Sejarah Sinterklas Jenggot Putih yang Bukan Berasal dari Kutub Utara

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perayaan Hari Natal setiap tanggal 25 Desember setiap tahunnya bukan hanya identik dengan pohon dan hiasan Natal, melainkan identik juga dengan satu sosok berbaju merah yang kita kenal dengan nama Sinterklas atau Santa Claus. Bagaimanakah kisah sejarah Sinterklas sampai akhirnya dikenal sebagai ikon Natal dan hadiah bagi anak-anak?
Baca Juga: Rekomendasi Kado Natal yang Unik untuk Keluarga dan Sahabat
Sejarah Sinterklas
Santa Claus atau Sinterklas merupakan sosok pria tua berpakaian serba merah, dengan jenggot putih lebat yang sangat ramah dan murah senyum. Banyak orang mengira bahwa sejarah Sinterklas berawal dari daerah asalnya, yaitu Kutub Utara. Padahal, kenyataannya tidak seperti itu.
Santa Claus memiliki banyak sebutan yang berbeda-beda, ada Sinterklas, Saint Nicholas, Kris Kringle, Father Christmas, dan Santa. Sinterklas adalah sebuah legenda dalam cerita rakyat bagi sebagian besar masyarakat Eropa, yang merupakan representasi dari tokoh Saint (Santo) Nicholas yang hidup di kisaran abad ke-4 Masehi.
Dikutip dari Ensiklopedi Gereja, Adolf Heuken, 2005, Sinterklas sebenarnya adalah seorang uskup dari Kota Myra, wilayah kecil yang pernah menjadi bagian kekuasaan bangsa Romawi, tepatnya di wilayah Turki.
Setiap tanggal 6 Desember, Saint Nicholas atau Santa akan mengadakan pesta dengan menyediakan banyak hadiah untuk anak-anak. Bukan cuma itu, banyak orang yang sedang mengalami kesusahan dan membutuhkan pertolongan akan ia bantu sepenuh hati. Saking baik hatinya, banyak orang menganggap bahwa Saint Nicholas adalah orang suci.
Penggambaran tokoh Saint Nicholas pun bermacam-macam. Untuk memastikan bagaimana wujud sebenarnya dari Saint Nicholas, dilakukan rekonstruksi wajah dari sisa-sisa tulangnya.
Semua data dan temuan lainnya digabungkan, hingga mendapatkan penggambaran yang 'ideal', yaitu seorang pria tua berusia 60-an tahun dengan mata cokelat dan rambut berwarna abu-abu.
Hingga saat ini, kita mengenal penggambaran Saint Nicholas sebagai sosok Sinterklas yang akan datang di malam Natal ke rumah-rumah untuk mengantarkan hadiah kepada anak-anak.
Masih mengutip dari buku yang sama, Heuken menyatakan bahwa figur Sinterklas yang ada saat ini dengan membawa hadiah pada malam Natal merupakan penggambaran tokoh Saint Nicholas yang sebenarnya, sesuai dengan sejarah Sinterklas. (DNR)
