Konten dari Pengguna

Sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 yang Patut Dimaknai Generasi Masa Kini

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah Sumpah Pemuda. (Foto: https://flickr.com)
zoom-in-whitePerbesar
Sejarah Sumpah Pemuda. (Foto: https://flickr.com)

Sejarah Sumpah Pemuda berawal dari adanya berbagai organisasi yang bersifat kedaerahan yang sedang belajar berkumpul bersama. Sebelumnya sudah ada satu organisasi berkebangsaan pertama yang telah berdiri di Indonesia, yaitu Boedi Oetomo yang terbentuk pada tanggal 1908.

Pentingnya persatuan dalam perjuangan kemudian disadari oleh para pemuda. Oleh karena itu, para pemuda sepakat untuk membentuk suatu perhimpunan dengan tujuan kebersamaan. Kemudian, para pemuda juga melakukan pertemuan untuk melaksanakan Kongres Pemuda.

Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 yang patut dimaknai generasi masa kini.

Sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928

Sejarah Sumpah Pemuda. (Foto: https://flickr.com)

Dikutip dari buku Horizon Ilmu Pengetahuan Sosial: Kelas 5 Sekolah Dasar Semester Kedua yang ditulis oleh Drs. Sudjatmoko Adisukarjo & Rini Ningsih, S. Pd. (2007: 14), Kongres Pemuda dibentuk dengan tujuan agar berbagai organisasi kepemudaan dalam melakukan perjuangan tidak terkotak-kotak atau memikirkan kedaerahannya masing-masing. Adapun kongres pemuda dilakukan dua kali, Kongres Pemuda I pada tanggal 30 April–2 Mei 1926 dan Kongres Pemuda II pada tanggal 27–28 Oktober 1928.

Pada Kongres Pemuda II menghasilkan ikrar Sumpah Pemuda. Isi Sumpah Pemuda adalah sebagai berikut:

Pertama, Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.

Kedua, Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.

Ketiga, Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Adapun rumusan kesimpulan hasil Kongres Pemuda II disusun oleh Moh. Yamin. Pada acara tersebut Wage Rudolf Soepratman untuk pertama kalinya juga memperdengarkan lagu “Indonesia Raya” melalui alunan gesekan biola yang merdu.

Kelahiran Sumpah Pemuda kemudian menjadi senjata yang ampuh dalam mendobrak belenggu penjajah. Bangsa Indonesia semakin memiliki semangat kesatuan dan persatuan. Pergerakan nasional dan Sumpah Pemuda merupakan rangkaian perjuangan bangsa dalam menuju negara Indonesia yang merdeka.

Peranan Sumpah Pemuda yang terpenting dalam mempersatukan bangsa, memberi kesadaran nasionalisme Indonesia, mendorong pergerakan nasional, serta menumbuhkan persatuan bangsa. Semoga informasi ini bermanfaat! (CHL)