Sekilas Sejarah Berdirinya Muhammadiyah

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Muhammadiyah sebagai organisasi Islam terlembaga yang banyak diikuti oleh masyarakat Islam di Nusantara, telah eksis lama bahkam diketahui sejak zaman sebelum kemerdekaan Republik Indonesia. Mari simak sejarah berdirinya Muhammadiyah dalam ulasan berikut.
Dikutip dari buku Sejarah Peradaban Islam di Indonesia karya J. Suyuthi Pulungan (296:2022), secara umum faktor berdirinya Muhammadiyah bermula dari beberapa kegelisahan dan keprihatinan sosial religius dan moral.
Kegelisahan tersebut diketahui diperparah dengan semakin merebaknya berbagai bentuk praktik keagamaan Islam, yang dianggap menyimpang dari ajaran Islam yang sebenarnya.
Sejarah berdirinya Muhammadiyah
Berikut adalah sekilas sejarah berdirinya Muhammadiyah yang dapat disimak untuk menambah wawasan keislaman di Nusantara.
Dikutip dari situs resmi Muhammadiyah, bulan Dzulhijjah (8 Dzulhijjah 1330 H) atau November (18 November 1912 M) merupakan momentum penting lahirnya Muhammadiyah. Itulah kelahiran sebuah gerakan Islam modernis terbesar di Indonesia, yang melakukan perintisan atau kepeloporan pemurnian sekaligus pembaruan Islam di negeri berpenduduk terbesar muslim di dunia.
Gerakan organisasi Muhammadiyah diprakarsai oleh Kyai Haji Ahmad Dahlan atau Muhammad Darwis dari kota santri Kauman Yogyakarta. Kata ”Muhammadiyah” secara bahasa berarti ”pengikut Nabi Muhammad”.
Penggunaan kata ”Muhammadiyah” bertujuan untuk menisbahkan atau menghubungkan dengan ajaran dan jejak perjuangan Nabi Muhammad. Penisbahan nama tersebut menurut Djarnawi Hadikusuma mengandung pengertian sebagai berikut: ”Dengan nama itu dia bermaksud untuk menjelaskan bahwa pendukung organisasi itu ialah umat Muhammad, dan asasnya adalah ajaran Nabi Muhammad saw, yaitu Islam.
Asal mula kelahiran Muhammadiyah sebagai sebuah organisasi Islam, diharapkan agar gagasan-gagasan Ahmad Dahlan dengan kawan-kawannya dari Boedi Oetomo yang tertarik dengan Islam dapat terus berkesinambungan secara terlembaga.
Selain itu, hal ini dimaksudkan juga untuk mengaktualisasikan pikiran-pikiran pembaruan Ahmad Dahlan, seperti menurut Adaby Darban (2000:13) secara praktis-organisatoris untuk mewadahi dan memayungi sekolah Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islamiyah, yang didirikannya pada 1 Desember 1911.
Kelahiran Muhammadiyah sebagai gerakan Islam melalui sistem organisasi ini, juga berdasarkan rujukan teologis sebagaimana terkandung dalam penafsiran Surat Ali Imran ayat ke-104, yang memerintahkan adanya “sekelompok orang untuk mengajak kepada Islam, menyuruh pada yang ma‘ruf, dan mencegah dari yang munkar”.
Ayat Alquran tersebut di kalangan warga Muhammadiyah dikenal sebagai "Ayat Muhammadiyah". Melalui inspirasi Alquran Surat Ali Imran 104 tersebut ingin menghadirkan Islam bukan sekadar sebagai ajaran “transendensi” yang mengajak pada kesadaran iman dalam bingkai tauhid semata.
Visi dan Misi Muhammadiyah
Menilik pada Visi Muhammadiyah adalah sebagai gerakan Islam yang berpedoman pada Alquran dan as-sunnah engan watak tajdid yang dimilikinya senantiasa istiqamah dan aktif dalam melaksanakan dakwah Islam amar ma'ruf nahi mungkar di segala bidang. Sementara Misi organisasi Muhammadiyah adalah sebagai berikut :
Menegakkan keyakinan tauhid yang murni sesuai dengan ajaran Allah swt yang dibawa oleh Rasulullah yang disyariatkan sejak Nabi Nuh hingga Nabi Muhammad saw.
Memahami agama dengan menggunakan akal pikiran sesuai dengan jiwa ajaran Islam untuk menjawab dan menyelesaikan persoalan-persoalan kehidupan yang bersifat duniawi.
Menyebarluaskan ajaran Islam yang bersumber pada Alquran sebagai kitab Allah yang terakhir untuk umat manusia sebagai penjelasannya.
Mewujudkan amalan-amalan Islam dalam kehidupan pribadi, keluarga dan masyarakat.
Demikian sekilas informasi tentang Sejarah Muhammadiyah sebagai pondasi organisasi Islam di Nusantara. Semoga dapat membawa manfaat dalam naungan berkah Islam. (ANG)
