Konten dari Pengguna

Sembilan Ulama Wali Songo dalam memperjuangkan Agama Islam di Pulau Jawa

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Masjid Kudus sebagai jejak peninggalan Wali Songo di Pulau Jawa. Foto: Unsplash/Nizar Kauzar
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Masjid Kudus sebagai jejak peninggalan Wali Songo di Pulau Jawa. Foto: Unsplash/Nizar Kauzar

Islam adalah agama dengan penganut terbesar di Indonesia. Hal ini tak terlepas dari peran Wali Songo. Wali Songo merupakan kumpulan sembilan ulama yang memperjuangkan Islam di tanah Jawa.

Merekalah yang membuat agama Islam bisa sebesar seperti saat ini di negara kita, terutama di tanah Jawa yang notabenenya adalah pulau dengan penduduk terbanyak di Indonesia.

Untuk mengetahui penjelasan secara lengkap tentang sembilan ulama yang menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa, simak penjelasan di bawah ini.

Baca Juga: Tokoh Wali Songo yang Menggunakan Wayang Kulit untuk Menyebarkan Islam

Sembilan Ulama Wali Songo dalam memperjuangkan Agama Islam di Pulau Jawa

Ilustrasi Wali Songo. Foto: Pixabay/surgull01

Wali Songo merupakan salah satu tokoh yang sangat berjasa dalam proses islamisasi di Nusantara, terutama di tanah Jawa. Hal ini dikarenakan ajaran-ajaran dan dakwah mereka yang unik serta sosok mereka yang menjadi teladan yang ramah akan masyarakat Jawa. Akibatnya adalah mudahnya agama Islam menyebar ke seluruh Nusantara.

Menurut MB Rahimsyah dalam buku Kisah Walisongo Penyebar Islam di Tanah Jawa (2006), Wali Songo merupakan nama suatu dewan dakwah atau dewan mubaligh. Apabila ada salah seorang wali tersebut pergi atau wafat, maka akan segera diganti oleh wali lainnya.

Era Wali Songo adalah era berakhirnya dominasi budaya Hindu-Buddha di Nusantara yang kemudian digantikan dengan kebudayaan Islam. Mereka adalah simbol penyebaran Islam di Indonesia, khususnya di Jawa.

9 Ulama Wali Songo

Adapun 9 ulama yang tergabung dalam Wali Songo yang bertugas untuk menyebarkan agama Islam di tanah Jawa yakni:

1. Maulana Malik Ibrahim

Maulana Malik Ibrahim berasal dari Persia, ia datang ke Pulau Jawa pada tahun 1399 dan wafat pada tahun 1419 M. Dalam dakwahnya, Maulana Malik Ibrahim menerapkan sistem pondok yang digunakan dalam pendidikan Islam yang dikenal dengan sistem pondok pesantren.

2. Sunan Ampel

Sunan Ampel atau Raden Rahmat adalah seorang ulama yang berasal dari Campa, Aceh. Sunan Ampel memiliki kemampuan memimpin yang sangat tinggi, sehingga dalam waktu yang singkat nama beliau sudah terkenal di kalangan penduduk.

Sunan Ampel juga memiliki kemampuan berdakwah yang sangat baik. Beliau mengajak masyarakat untuk meninggalkan kepercayaan lama yang keliru dan menggantikannya dengan kepercayaan atau keimanan kepada Allah SAW.

Beliau pandai menarik para pembesar kerajaan. Bahkan Adipati kerajaan Majapahit, yaitu Ario Teja, sangat tertarik kepada Sunan Ampel hingga diangkat menjadi Adipati kerajaan Majapahit.

3. Sunan Bonang

Makhdum Ibrahim atau yang dikenal dengan Sunan Bonang lahir dari Sunan Ampel dan Nyi Ageng Manila pada tahun 1465. Beliau memiliki kemampuan kepemimpinan dan mudah bergaul dengan masyarakat.

Beliua menaruh perhatian yang besar terhadap dunia seni dan budaya yang digunakan sebagai media dakwah. Beliau banyak mengubah syair lagu-lagu gendhing Jawa dengan tema ajaran tauhid, ibadah, akhlak, dan kisah-kisah nabi.

4. Sunan Derajat

Raden Qasim atau Sunan Derajat merupakan putra dari Raden Rahmat yang merupakan adik dari Sunan Bonang. Hidup sederhana adalah senantiasa didengungkan oleh Sunan Drajat dalam setiap dakwahnya.

Kepada orang yang kesusahan beliau menasehatkan agar bersabar dalam menjalani kehidupan ini. Kepada murid-muridnya, beliau selalu mengigatkan agar jangan berlebih-lebihan dalam hidup di dunia ini. Untuk pengusaha kerajaan, beliau menasihati agar mereka senantiasa memperhatikan kesejahteraan masyarakat dan keluhan rakyat.

5. Sunan Giri

Raden Ainul Yakin atau Sunan Giri lahir dari Maulana Ishak. Nama Giri sendiri diambil dari tempat dakwahnya, yakni Giri di dekat Gresik, Jawa Timur.

Sunan Giri menitikberatkan dakwahnya dalam pendidikan, di mana beliau bertindak sebagai guru, ulama, dan pemimpin masyarakat. Karena gaya kepemimpinannya, beliau dianggap sebagai raja dengan gelar Sulatan yang selanjutnya beliau disebut Sultan Abdul Faqih.

6. Sunan Kalijaga

Raden Muhammad Syahid atau Sunan Kalijaga adalah putra dari Adipati Ario Teja yang merupakan adipati kerajaan Majapahit di Tuban. Pendekatan yang beliau lakukan untuk berdakwah di kalangan rakyat biasa adalah pendekatan seni dan budaya, terutama di wewayangan.

7. Sunan Kudus

Jafar Shadiq atau Raden Amir Haji yang dikenal dengan Sunan Kudus merupakan seorang ulama hukum Islam dan berdakwah dengan cara memusatkan perhatian pada pelaksanaan hukum Islam di kalangan masyarakat.

8. Sunan Muria

Raden Umar Said atau Sunan Muria adalah putra dari Sunan Kalijaga. Sunan Muria menitikberatkan dakwahnya pada bidang tasawwuf. Beliau juga dikenal sangat mementingkan kehidupan akhirat dibandungkan dunia.

Beliau memilih tempat kedamaian yang sunyi, jauh dari keramaian kota. Disaat beliau mengajarkan ilmu tasawwuf kepada murid-muridnya. Hampir seluruh hidup beliau gunakan untuk beribadah kepada Allah.

9. Sunan Gunung Jati

Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati merupakan lama besar dan juga sebagai seorang negarawan serta panglima perang kerajaan Demak.

Beliau mendirikan pusat pendidikan agama di Cirebon. Di sana beliau mengajari para santrinya dalam rangka kederisasi yang akan mengembangkan penyiaran agama Islam.

Demikianlah penjelasan singkat tentang Wali Songo sebagai ulama yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Semoga informasi singkat di atas dapat menambah wawasan Anda tentang sejarah Islam di Indonesia.(MZM)