Konten dari Pengguna

Seseorang akan Mengetahui Takdir setelah Manusia Mengalaminya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Seseorang akan Mengetahui Takdir setelah Manusia Mengalaminya. Sumber foto: unsplash.com/Masjid Pogung Dalangan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Seseorang akan Mengetahui Takdir setelah Manusia Mengalaminya. Sumber foto: unsplash.com/Masjid Pogung Dalangan

Takdir adalah sesuatu yang telah ditentukan oleh Allah Swt. bagi setiap makhluk-Nya. Dalam ajaran Islam, seseorang akan mengetahui takdir setelah manusia mengalaminya sendiri.

Hal tersebut dikarenakan takdir merupakan rahasia Allah yang tidak diketahui oleh siapa pun. Lalu, apakah takdir bisa dirubah atau bisa diketahui? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, tentu harus merujuk pada Al-Quran dan Hadits.

Seseorang akan Mengetahui Takdir setelah Manusia Mengalaminya, Ini Penjelasannya

Ilustrasi Seseorang akan Mengetahui Takdir setelah Manusia Mengalaminya. Sumber foto: unsplash.com/Masjid Pogung Dalangan

Dikutip dari buku Kewirausahaan, Ahmad Tohardi (2021:31), seseorang akan mengetahui takdir setelah manusia mengalaminya sendiri takdir atau apa yang sudah digariskan oleh Allah Swt.

Dalam Islam, takdir dibagi menjadi dua jenis, yaitu takdir muallaq dan takdir mubram. Takdir muallaq adalah takdir yang bisa berubah sesuai dengan usaha atau ikhtiar manusia. Takdir ini berkaitan dengan hal-hal yang bersifat duniawi, seperti rezeki, jodoh, karier, kesehatan, dan sebagainya.

Manusia diberi kebebasan untuk berusaha mencapai apa yang diinginkannya, namun hasil akhirnya tetap ditentukan oleh Allah Swt.

Contohnya seorang siswa yang ingin menjadi dokter harus berusaha belajar dengan rajin dan tekun agar bisa lulus ujian masuk perguruan tinggi kedokteran. Namun, apakah dia pasti bisa menjadi dokter? Tentu tidak.

Bisa jadi dia gagal dalam ujian, atau ada halangan lain yang menghalangi cita-citanya. Atau bisa jadi dia berhasil menjadi dokter, tetapi tidak bahagia dengan profesinya. Semua itu tergantung pada kehendak Allah Swt.

Allah Swt berfirman dalam Surat Ar-Ra'd ayat 11:

“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (QS. Ar Rad: 11)

Ayat tersebut menunjukkan bahwa manusia harus berusaha untuk mengubah keadaan dirinya menjadi lebih baik, dan tidak pasrah dengan takdir yang ada. Namun, usaha manusia tidak menjamin hasilnya, karena itu semua tergantung pada ketetapan Allah SWT.

Sementara itu, takdir mubram adalah takdir yang tidak bisa berubah dan tidak bisa dielakkan oleh manusia. Takdir ini berkaitan dengan hal-hal yang bersifat ukhrawi, seperti kematian, kebangkitan, surga, neraka, dan sebagainya.

Manusia tidak bisa mengubah atau menghindari takdir ini, karena itu sudah menjadi ketentuan mutlak dari Allah Swt. Contohnya kematian adalah takdir mubram yang pasti dialami oleh setiap makhluk hidup. Tidak ada yang bisa mengetahui kapan dan bagaimana cara matinya.

Baca juga: Cara Menyikapi Takdir Allah untuk Umat Islam

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa seseorang akan mengetahui takdirnya setelah dia mengalaminya sendiri. Manusia tidak bisa mengetahui takdirnya sebelumnya, karena itu adalah rahasia Allah Swt. (WWN)