Setelah Keluarga, Orang yang Didahulukan Jika Memberi Hadiah adalah Tetangga

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setelah keluarga, orang yang didahulukan jika memberi hadiah adalah tetangga. Islam menganjurkan umatnya untuk saling berbagi rezeki. Ada beberapa bentuk pemberian dalam Islam, salah satunya adalah hadiah.
Memberikan hadiah kepada orang lain akan mendatangkan manfaat untuk pemberi dan penerimanya. Selain hadiah, masih ada bentuk pemberian lainnya yang perlu dipahami muslim.
Setelah Keluarga, Orang yang Didahulukan Jika Memberi Hadiah adalah Tetangga, Ini Penjelasannya
Dikutip dari Pemasaran Syariah Era Digital, Parakkasi (2020:69), Islam menganjurkan umatnya agar saling memberikan hadiah supaya tercipta rasa kasih sayang di antara mereka. Rasulullah saw. bersabda.
“Hendaklah kalian saling memberi hadiah, agar kalian saling mencintai.” (HR Al-Bukhari)
Hadiah adalah pemberian sebagai bentuk kasih sayang atau apresiasi untuk seseorang. Muslim dapat memberikan hadiah untuk siapa saja, salah satunya untuk keluarga. Setelah keluarga, orang yang didahulukan jika memberi hadiah adalah tetangga.
Hadiah bisa diberikan pada momen-momen tertentu, misalnya saat ulang tahun, ketika berhasil mencapai sesuatu, atau saat hari raya. Dengan memberikan hadiah, muslim bisa menyenangkan hati orang lain sekaligus mendapatkan pahala. Terdapat beberapa adab memberikan hadiah sebagai berikut.
Hadiah harus diberikan dengan niat yang tulus untuk mendapatkan rida Allah Swt.
Hadiah yang diberikan harus berasal dari rezeki yang halal
Muslim tidak boleh memaksakan diri untuk memberikan hadiah, harus sesuai kemampuan
Hadiah diberikan dengan tujuan untuk memuliakan seseorang
Tidak mengharapkan balasan saat memberikan hadiah.
Memahami Sedekah dan Hibah
Selain hadiah, ada bentuk pemberian lain dalam Islam, yaitu sedekah dan hibah. Berikut penjelasannya.
1. Sedekah
Sedekah merupakan pemberian yang dilakukan dengan niat tulus karena Allah Swt. dan tidak mengharapkan imbalan dari penerima. Sedekah adalah pemberian secara sukarela dan dapat berupa harta atau nonharta, misalnya ilmu, tenaga, dan lainnya.
Sedekah diberikan di luar ketentuan zakat. Sedekah merupakan perbuatan yang sangat baik dan dilakukan untuk membantu penerimanya.
“Jika kamu menampakkan sedekah (mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Baqarah: 271).
2. Hibah
Hibah merupakan pemberian kepada seseorang secara sukarela. Hibah berbeda dengan sedekah karena hibah dapat diberikan untuk siapa saja. Hibah dapat berbentuk uang atau barang.
Baca juga: Pengertian Zakat Fitrah Beserta Syarat dan Manfaatnya
Setelah keluarga, orang yang didahulukan jika memberi hadiah adalah tetangga. Hadiah diberikan untuk menyenangkan orang lain. (KRIS)
