Konten dari Pengguna

Siapa Pemilik SPBU Vivo yang Dimiliki Konglomerat Global?

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi siapa pemilik SPBU Vivo. Foto: Unsplash/engin akyurt
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi siapa pemilik SPBU Vivo. Foto: Unsplash/engin akyurt

Beberapa hari ini, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta mengalami kelangkaan BBM, salah satunya adala Vivo. Beberapa masyarakat penasaran dengan siapa pemilik SPBU Vivo.

Pasalnya, SPBU ini menyediakan BBM dengan harga yang relatif terjangkau. Sehingga banyak pengendara rela mencari dan mengisi BBM di SPBU ini.

Siapa Pemilik SPBU Vivo di Indonesia?

Ilustrasi siapa pemilik SPBU Vivo. Foto: Unsplash/Aleksi Partanen

Dikutip dari buku Hiswana Migas: Mengalirkan Energi Membangun Negeri oleh Eri Purnomohadi (2019) siapa pemilik SPBU Vivo adalah PT Vivo Energy Indonesia sebagai perusahaan yang bergerak di sektor minyak dan gas.

Perusahaan ini pertama kali beroperasi di Indonesia sejak tahun 2017 dengan nama awal PT Nusantara Energi Plant Indonesia (NEPI).

Meskipun banyak masyarakat mengira merek ini adalah bagian dari salah satu brand ponsel asal Tiongkok, namun sebenarnya tidak ada keterkaitan sama sekali dengan perusahaan tersebut.

PT Vivo Energy Indonesia merupakan bagian dari konglomerat global asal Belanda yang berbasis di Swiss bernama Vitol Group.

Vitol Group sendiri berdiri pada Agustus 1966 di Rotterdam, Belanda oleh Henk Viëtor dan Jacques Detiger. Saat ini, Vitol Group berhasil mengembangkan jaringan SPBU di lebih dari 40 negara, termasuk Indonesia.

Hasilnya, pada tahun 2024, Vitol Group menghasilkan pendapatan US$331 miliar atau lebih dari Rp5.438 triliun. Akan tetapi, perusahaan terbilang cukup tertutup. Bahkan, banyak pengamat memperkirakan perusahaan ini mampu masuk 10 besar Fortune 500.

Di Indonesia, Vivo berkantor pusat di Gama Tower, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta. Bahkan, Vivo juga memiliki unit kilang dan tangki BBM di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Pada awalnya, SPBU Vivo menggantikan SPBU Total yang hengkang dari Indonesia. Salah satu produk yang cukup menarik masyarakat adalah Revvo 89. Produk BBM ini memiliki angka RON di 89.

Bahkan, harga dari Revvo 89 pernah lebih rendah dari Pertalite yang mengalami kenaikan, yakni Rp8.900. Hal ini membuat SPBU Vivo diburu masyarakat umum. Akan tetapi, BBM jenis ini telah dihilangkan oleh pihak Vivo.

Untuk produk BBM yang dijual di SPBU Vivo dan harganya adalah:

  • Revvo 90: Rp12.530/liter

  • Revvo 92: Rp12.610/liter

  • Revvo 95: Rp13.140/liter

  • Diesel Primus Plus: Rp14.140/liter

Baca Juga: Profil Ahmad Sahroni, Sosok Pengusaha yang Kini Menjadi Anggota DPR

Sekarang sudah tahu siapa pemilik SPBU Vivo bukan? Dengan harga yang relatif murah membuat SPBU ini sering menjadi alternatif masyarakat dalam mengisi BBM.(MZM)