Sifat Aisyah binti Abu Bakar yang Dapat Diteladani Muslimah

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Aisyah binti Abu Bakar merupakan salah satu sosok perempuan yang dimuliakan dalam Islam. Hal tersebut terjadi karena beliau memiliki sederet keutamaan dan juga sifat yang baik untuk diteladani Muslimah. Untuk mengetahuinya, mari simak pemaparan tentang sifat dan keutamaan Aisyah binti Abu Bakar dalam artikel berikut.
Sifat dan Keutamaan Aisyah binti Abu Bakar untuk Diteladani Muslimah
Sebagai salah satu istri dari Rasulullah SAW, Aisyah binti Abu Bakar merupakan seseorang perempuan yang memiliki kemuliaan dan juga sifat terpuji yang dimilikinya. Dengan menyandang sebagai Ummul Mukminin atau ibunya orang-orang mukmin, beliau dianugerahi sifat, perangai, dan paras yang elok sehingga meneduhkan pandangan bagi orang yang melihatnya.
Sebagaimana yang disebutkan dalam Buku Pintar Sejarah & Peradaban Islam yang disusun oleh Dr. Salamah Muhammad Al-Harafi (2011:750) yang menyebutkan Aisyah binti Abu Bakar Ash-Shiddiq termasuk salah satu Ummul Mukminin sejak Rasulullah menikahinya pada bulan Syawal tahun pertama Hijriyah. Aisyah binti Abu Bakar juga memiliki julukan humaira yang artinya kemerah-merahan. Hal ini menunjukkan bahwa Aisyah memiliki paras yang cantik.
Di samping paras yang cantik, Aisyah juga memiliki sifat terpuji yang perlu diteladani Muslimah. Hal tersebut dipaparkan dalam buku Amazing Stories Kisah Mulia Wanita Surga Ummul Mukminin Aisyah yang ditulis oleh Weda S. Atmanegara (2020: 132) yang menyebutkan bahwa Aisyah binti Abu Bakar dikenal sebagai sosok yang lembut dan juga dermawan.
Dalam buku tersebut juga menjelaskan bahwa kedermawanannya dapat terlihat dari kegemarannya membantu kaum miskin dan gemar bersedekah. Aisyah juga dikenal sebagai orang yang paling lembut dan takut kepada Allah. Hal tersebut menjadikan Aisyah sebagai salah satu wanita yang dimuliakan dalam Islam.
Kemuliaan yang dimiliki Aisyah dipaparkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim berikut ini.
كَـمُـلَ مِنَ الرِّجَالِ كَثِيرٌ، وَلَمْ يَكْمُلْ مِنَ النِّسَاءِ غَيْرُ مَرْيَمَ بِنْتِ عِمْرَانَ، وَآسِيَةَ امْرَأَةِ فِرْعَوْنَ، وَإِنَّ فَضْلَ عَائِشَةَ عَلَى النِّسَاءِ كَفَضْلِ الثَّرِيدِ عَلَى سَائِرِ الطَّعَامِ
Artinya: ”Lelaki yang mulia jumlahnya banyak. Dan tidak ada wanita yang sempurna selain Maryam bintu Imran dan Asiyah istri Firaun. Dan keutamaan Aisyah dibandingkan wanita lainnya, sebagaimana keutamaan ats-Tsarid dibandingkan makanan lainnya.” (HR. Bukhari 5418 dan Muslim 2431).
Aisyah binti Abu Bakar juga dikenal sebagai sosok perempuan yang memiliki ilmu pengetahuan yang luas. Hal ini dapat diketahui dari jumlah periwayat hadist perempuan, Aisyah menjadi salah satu periwayat hadist terbanyak. Luasnya pengetahuan Aisyah juga disebutkan dalam sebuah hadis berikut:
مَا أَشْكَلَ عَلَيْنَا أَصْحَابِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدِيْثاً قَطْ فَسَأَلْنَا عَنْهُ عَائِشَةَ إِلاَّ وَجَدْنَا عِنْدَهَا مِنْهُ عِلْماً
Artinya: “Tidaklah kami kebingungan tentang suatu hadits lalu kami bertanya kepada Aisyah, kecuali kami mendapatkan jawaban darinya.” (Lihat Shahih Sunan At Tirmidzi, 3044).
Sifat-sifat yang dimiliki Aisyah binti Abu Bakar tersebut tentulah penting untuk diteladani umat Muslim khususnya bagi para Muslimah agar kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan memiliki derajat yang mulia di sisi Allah maupun manusia lainnya. (DAP)
