Sifat Bahasa dalam Surat Pribadi dan Ciri-Ciri Lainnya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Surat pribadi adalah jenis surat yang sering ditulis masyarakat dalam kehidupan sehari-hari terutama saat teknologi belum secanggih sekarang. Surat inipun berbeda dengan surat resmi. Salah satu penyebabnya adalah bahasa dalam surat pribadi bersifat subjektif.
Selain itu, masih ada ciri-ciri surat pribadi lain yang membedakannya dengan surat resmi. Ciri-ciri ini perlu dipahami agar masyarakat tak bingung dalam mengidentifikasi keduanya.
Sifat Bahasa dalam Surat Pribadi
Menurut buku Korespondensi Bahasa Indonesia untuk Kalangan Mahasiswa, Drs. Slamet Triyatna, M.Pd (2022: 65), surat pribadi adalah surat-surat yang ditulis atau dibuat oleh seseorang yang isinya menyangkut kepentingan pribadi.
Surat pribadi berbeda dengan surat resmi karena berbagai alasan. Salah satunya adalah bahasa dalam surat pribadi bersifat subjektif. Artinya, surat pribadi menggunakan bahasa pribadi seperti yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, sifat subjektif ini juga bermakna bahwa surat pribadi menggunakan kata ganti orang pertama untuk penulis (aku) dan kata ganti orang kedua untuk penerima (kamu). Ada juga sapaan dengan bahasa santai digunakan dalam surat ini.
Hal ini berbeda dengan surat resmi yang menggunakan bahasa formal. Surat resmi juga menggunakan kata ganti, namun dalam bentuk formal seperti “saya” dan “Anda”. Begitu pula dengan sapaan yang digunakan.
Ciri-Ciri Lain dalam Surat Pribadi
Seperti yang telah disinggung sebelumnya, surat pribadi memiliki berbagai ciri lain yang membuatnya berbeda dengan surat resmi. Berikut di antaranya.
Tak ada peraturan penulisan layaknya surat resmi sehingga dapat ditulis sesuka hati
Tidak ada kop dan nomor surat seperti surat resmi
Tidak ada peraturan mengenai penggunaan perlengkapan surat seperti surat resmi sehingga bebas menggunakan kertas dan amplop apa saja
Digunakan untuk keperluan pribadi, bukan instansi, pemerintahan, atau organisasi lainnya layaknya surat resmi
Surat pribadi tak harus memakai salam pembuka dan penutup seperti surat resmi
Baca juga: Contoh Surat Dinas dan Surat Pribadi yang Baik dan Benar
Jadi, bahasa dalam surat pribadi bersifat subjektif. Artinya, bahasa yang digunakan seperti yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini merupakan salah satu ciri surat pribadi yang membedakannya dengan surat resmi. (LOV)
