Sifat Wajib Mustahil dan Jaiz Bagi Rasul dan Contoh Penerapannya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sifat wajib mustahil dan jaiz bagi Rasul merupakan sifat-sifat yang ada di dalam diri Rasulullah dan perlu diketahui setiap muslim, untuk menambah ilmu agama yang kita miliki. Berikut ini penjelasan ringkas mengenai sifat wajib mustahil dan jaiz bagi Rasul dan contoh penerapannya.
Sifat Wajib Mustahil dan Jaiz Bagi Rasul dan Contoh Penerapannya di Keseharian
Sebagai utusan Allah, Rasul pasti memiliki sifat wajib mustahil dan jaiz bagi Rasul, yang memiliki arti masing-masing. Misalnya, sifat wajib bagi Rasulullah adalah sifat yang mutlak dimiliki, wajib dan pasti ada dalam diri Rasulsebagai utusan Allah.
Dalam buku Buku Pintar Agama Islam SD Kelas 4, 5, & 6, M. Syafi'ie el-Bantanie, Seno Teguh Pribadi (2013:208) memaparkan bahwa sifat wajib bagi Rasulullah adalah sifat yang pasti ada pada diri Rasul. Terdapat empat sifat wajib bagi Rasul yang perlu diketahui umat Muslim, antara lain:
Shidiq (صِدْقٌ) artinya benar
Amanah (اَمَانَةٌ) artinya sosok yang dapat dipercaya.
Tabligh (تَبْلِغٌ) artinya menyampaikan wahyu dari Allah baik itu perintah maupun larangan.
Fathonah (فَطَانَةٌ) artinya cerdas.
Di samping sifat wajib, seorang Rasul juga memiliki sifat jaiz yang berarti sifat yang boleh dimiliki seorang Rasul sebagai manusia. Dari buku Pendidikan Agama Islam : Akidah Akhlak Untuk Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII, Drs. H. Masan AF, M.Pd (2015:105) dijelaskan bahwa sifat jaiz bagi rasul adalah sifat yang diperbolehkan bagi mereka. Para Rasul memiliki sifat-sifat yang pada umumnya dimiliki manusia, sepanjang tidak menurunkan harkat dan martabat diri seorang Rasul. Sifat-sifat umum yang dimiliki manusia antara lain makan, minum, lapar, haus, tidur, mencari nafkah, berumah tangga, sakit, dan lain sebagainya.
Selain sifat wajib dan jaiz, Rasulullah juga memiliki memiliki sifat mustahil yang berarti sifat yang tidak mungkin dimiliki oleh seorang Rasul. Hal ini selaras dengan yang dituliskan dalam buku Aqidah Akhlaq, Ahmad Kusaeri (2008:90) bahwa sifat mustahil merupakan kebalikan dari sifat wajib yang dimiliki Rasul. Sifat-sifat mustahil bagi Rasul adalah sifat-sifat yang tidak mungkin dimiliki Rasul. Sifat mustahil tersebut yaitu:
Kidzib (كِذْبٌ) artinya bohong atau berdusta
Khianat (خِيَانَةٌ) artinya tidak dapat dipercaya
Al-Kitman (الكتمان) artinya menyembunyikan rahasia
Al-Baladah (البلادة) artinya bodoh
Umat muslim dapat mengambil hikmah dari penjelasan sifat wajib mustahil dan jaiz bagi rasul Anda. Jika ingin menerapkannya dalam keseharian, bisa memilah dengan mengikuti suri tauladan dari sifat-sifat wajib Rasul dengan menjadi seorang yang amanah dan lebih giat dalam mencari ilmu agar memiliki kecerdasan yang bermanfaat. (DAP)
