Konten dari Pengguna

Sikap Umar bin Abdul Aziz dalam Menghadapi Korupsi dan Kolusi

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi deskripsikan sikap umar bin abdul aziz dalam menghadapi korupsi dan kolusi. Sumber: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi deskripsikan sikap umar bin abdul aziz dalam menghadapi korupsi dan kolusi. Sumber: pexels.com

Umar bin Abdul Aziz merupakan salah satu khalifah setelah wafatnya Nabi Muhammad saw. Ia dikenal sebagai sosok yang tegas, khususnya perihal korupsi dan kolusi. Jadi, setiap muslim seharusnya bisa deskripsikan sikap Umar bin Abdul Aziz dalam menghadapi korupsi dan kolusi dengan baik.

Pasalnya, sudah banyak bahan bacaan yang menyinggung tentang sikap Umar bin Abdul Aziz dalam membasmi tindak korupsi dan kolusi. Tentu sudah sepantasnya sikap tersebut ditiru oleh negara di dunia untuk menghilangkan tindak KKN.

Deskripsikan Sikap Umar bin Abdul Aziz dalam Menghadapi Korupsi dan Kolusi!

Ilustrasi deskripsikan sikap Umar bin Abdul Aziz dalam menghadapi korupsi dan kolusi. Sumber: pexels.com

Mengutip dari buku Biografi Umar bin Abdul Aziz: Khilafah Pembaru dari Bani Umayyah, Ali Muhammad Ash-Shallabi (hal 18), salah satu sikap Umar bin Abdul Aziz dalam menghadapi korupsi dan kolusi adalah dengan memecat pejabat yang zalim tersebut tanpa segan.

Menurut sejarah Islam, Umar merupakan khalifah yang ditunjuk yang secara langsung oleh Sulaiman bin Abdul Malik, yang menjadi sepupu sekaligus pendahulunya dalam kekhalifahan. Umar dikenal sebagai sosok pemimpin yang adil dan bijaksana serta sangat berhati-hati ketika menggunakan harta milik negara.

Bahkan sejak menjabat sebagai gubernur, Umar sudah bertekad untuk memberantas KKN yang kala itu marak terjadi ketika masa kekhalifahan Bani Umayyah berlangsung.

Umar mengalami tekadnya dengan memberantas korupsi di keluarganya terlebiih dahulu. Ia tidak ingin dirinya dan keluarga menikmati sedikitpun harta milik negara.

Oleh karena itu, ia meminta kepada sang istri, Fatimah, untuk mengembalikan seluruh perhiasan yang diberikan ayahnya ke baitul maal atau lembaga keuangan. Pasalnya, Umar tahu bahwa harta dan seluruh peninggalan mertuanya tersebut merupakan milik negara.

Bahkan ia juga menerapkan hidup sederhana, sehingga bisa menyakinkan diri bahwa seluruh rakyat memiliki kesejahteraan yang merata. Menariknya lagi, ia meminta kepada para pejabat untuk mengembalikan seluruh harta hasil korupsi ke baitul maal dan melakukan pemecatan bagi siapapun yang melakukan penyelewengan.

Baca Juga: Daftar Nama Khalifah Bani Umayyah

Itulah sikap Umar bin Abdul Aziz dalam menghadapi korupsi dan kolusi yang sudah sepantasnya ditiru oleh setiap orang agar dunia ini dapat terbebas dari tindak KKN yang merugikan banyak pihak. (Anne)