Sikap yang Dilakukan Saat Imam Salah Melakukan Gerakan Salat

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai umat Islam, menunaikan salat adalah sebuah kewajiban. Meskipun diperbolehkan untuk menunaikan salat sendirian, akan tetapi akan lebih baik lagi jika menunaikannya secara berjamaah. Sebab, salat berjamaah 27 lebih baik dari salat sendiri. Saat melaksanakan salat secara berjamaah, terkadang imam lupa akan gerakan. Sebagai makmum, bagaimana sikapmu apabila pada saat salat berjamaah imam salah melakukan gerakan salat?
Siapa Itu Imam Salat
Dr. Sa’id bin ‘Alin bin Wahf al-Qahthani dalam bukunya berjudul Shalatun Mu’min (2019:670), imam merupakan bentuk jamak dari maka a’immah. Iman dalam salat adalah orang yang berada di depan barisan orang-orang yang sedang mengerjakan salat yang diikuti setiap gerakannya. Imam adalah seorang yang diikuti orang banyak, baik dalam tugas utamanya maupun yang lain, baik dia berlaku benar maupun salah. Di antara tugas imam adalah memimpin salat. Adapun pengertian imam secara umum adalah orang yang bertanggung jawan dan mengurusi segala hal.
Bagaimana Sikap Makmum Saat Imam Salah dalam Gerakan Salat
Antara makmum laki-laki maupun perempuan memiliki sikap yang berbeda dalam mengingatkan gerakan salat imam, yakni laki-laki dengan mengucapkan tasbih atau subhanallah dan perempuan menepuk tangannya.
Sebagaimana yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Mengucapkan tasbih itu bagi laki-laki dan menepuk tangan itu bagi perempuan.” (HR. Bukhari no. 1203 dan Muslim no. 422)
Selain itu, dijelaskan juga dari Sahal bin Sa’ad as-Sa’adiy:
“Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mendapat kabar bahwa telah terjadi masalah diantara suku Bani 'Amru bin 'Auf bin Al Harits. Maka Beliau disertai beberapa orang berangkat kesana untuk menyelesaikan masalah yang terjadi. Namun Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tertahan lama disana hingga waktu shalat sudah masuk. Maka Bilal menemui Abu Bakar radliallahu 'anhuma seraya berkata: "Wahai Abu Bakar, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam terlambat hadir sedangkan waktu shalat sudah masuk, apakah engkau bersedia memimpin shalat berjama'ah? Dia (Abu Bakar) menjawab: "Boleh, jika kamu menghendaki". Maka Bilal membacakan iqamat lalu Abu Bakar maju dan memulai takbir memimpin shalat bersama orang banyak. Tak lama kemudian datang Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menerobos tengah-tengan shaf hingga sampai di shaf (depan). Maka orang-orang memberi isyarat dengan bertepuk tangan namun Abu Bakar tidak bereaksi dalam shalatnya. Ketika orang-orang (yang memberi tepukan) semakin banyak, Abu Bakar menoleh dan ternyata ada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberi isyarat memerintahkan kepadanya agar tetap meneruskan shalatnya. Abu Bakar mengangkat kedua tangannya lalu memuji Allah dan mundur, lantas berdiri di barisan lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam maju untuk memimpin shalat berjama'ah. Setelah selesai Beliau berbalik menghadap jama'ah lalu bersabda: "Wahai sekalian manusia mengapa kalian ketika mendapatkan sesuatu dalam shalat, kalian melakukannya dengan bertepuk tangan? Sesungguhnya bertepuk tangan itu adalah isyarat yang hanya dilakukan bagi kaum wanita. Maka siapa yang mendapatkan sesuatu yang keliru dalam shalat hendaklah mengucapkan subhaanallah, karena tidaklah seseorang mendengar ketika ada yang berucap subhaanallah kecuali dia harus memperhatikannya.”” (HR. Bukhari no. 1158)
Pada dasarnya, imam adalah manusia biasa yang bisa melakukan kesalahan. Sebagai makmum, mengingatkan imam jika terjadi kesalahan adalah sebuah kewajiban. Sebab, dengan mengingatkan imam dapat menghindari dari kesalahan hingga meninggalkan rukun salat.
Apabila imam lupa hingga setelah salat, maka dilakukan sujud sahwi atau sujud sebagai tiga kali dan melengkapi kekurangan salat.(MZM)
