Siklus Hidrologi: Pengertian dan Tahapannya

Konten dari Pengguna
19 September 2022 18:34
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Siklus Hidrologi Pengertian dan Tahapannya (Foto: Anastasia Taioglou | Unsplash.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Siklus Hidrologi Pengertian dan Tahapannya (Foto: Anastasia Taioglou | Unsplash.com)
ADVERTISEMENT
Air adalah salah satu unsur yang paling penting di bumi. air selalu dikonsumsi setiap saat. Tidak jarang juga ada orang yang membuang-buang air atau boros air. Tapi, kok air tidak pernah habis ya? Padahal sudah sejak dulu makhluk hidup meminum, memasak, mencuci, dan lain-lain tapi tidak pernah habis. Hal ini karena ada siklus air. Siklus air disebut juga dengan istilah siklus hidrologi.
ADVERTISEMENT
Dengan mempelajari siklus hidrologi kalian bisa mengetahui bagaimana bisa air tidak habis walaupun dipakai secara terus menerus. Yuk, simak pengertian dan tahapan siklus hidrologi berikut ini.

Siklus Hidrologi

Ilustrasi Siklus Hidrologi (Foto: Philip Graves | Unsplash.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Siklus Hidrologi (Foto: Philip Graves | Unsplash.com)
Dikutip dari buku Hidrologi Terapan oleh Syarifudin (2017), hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer melalui kondensasi, presipitasi, evaporasi, dan trasnpirasi. Berikut penjelasan tahapan siklus hidrologi:
  • Evaporasi / trasnpirasi. Siklus hidrologi diawali dengan evaporasi yaitu, air yang ada di daratan, laut, sungai, tanaman, dan sebagainya menguap ke atmosfer dan menjadi awan karena mendapat energi panas dari matahari.
  • Kondensasi. Selanjutnya akan terjadi kondensasi. Kondensasi adalah proses perubahan air dari gas menjadi cair atau disebut juga pengembunan. Pada siklus hidrologi, kondensasi terjadi di atmosfer karena perubahan suhu dan tekanan. Dengan adanya kondensasi, air akan berkumpul dan membentuk awan yang akan menjadi hujan saat sudah sampai di titik jenuh.
  • Presipitasi. Presipitasi adalah yang dihasilkan oleh kondensasi. Presipitasi terjadi karena ada pendinginan dan penambahan uap air, yang mengakibatkan air yang membentuk awan mencapai titik jenuh. Semakin banyak uap air di atmosfer, maka tetesan air di awan jadi semakin banyak dan berat. Saat awan sudah tidak mampu menahan beratnya air maka air akan dikeluarkan dalam bentuk hujan.
ADVERTISEMENT

Macam-Macam Siklus Hidrologi

Siklus hidrologi dibagi menjadi 3 jenis berdasarkan lamanya proses pergerakan molekul air sebagai berikut:
  • Siklus pendek. Siklus ini diawali dengan evaporasi air laut ke atmosfer. Lalu pada ketinggian tertentu uap air akan mengalami kondensasi dan membentuk awan. Awan yang terlalu banyak menahan beban uap air kemudian akan mengalami presipitasi dan terjadi hujan yang jatuh ke laut.
  • Siklus sedang. Siklus ini juga diawali dengan air laut yang menguap. Bedanya adalah uap air akan terbawa oleh angin ke daratan. Kemudian di ketinggian tertentu uap air akan mengalami kondensasi dan membentuk awan. Awan lalu menurunkan hujan yang akan diserap oleh tanah, akar tanaman, dan sungai. Air akan melewati berbagai saluran yang akan kembali ke laut.
  • Siklus panjang. Siklus ini diawali dengan evaporasi dan kondensasi air laut. Awan yang terbentuk dibawa oleh angin ke tempat yang lebih tinggi di daratan. Awan tersebur kemudian akan akan bergabung dengan evaporasi sungai dan danau, juga transpirasi tumbuhan. Karena dipengaruhi oleh ketinggian tempat, uap air mengenai lapisan udara dingin dan berubah menjadi salju sehingga terjadilah hujan salju saat musim dingin dan membentuk bongkahan es di gunung. Bongkahan es di gunung ini akan meluncur ke bawah karena gravitasi dan disebut sebagai gletser. Gletser yang terkena suhu tinggi akan mencair ke perairan di darat seperti sungai dan kembali ke laut.
ADVERTISEMENT
Demikian penjelasan mengenai siklus air disebut juga dengan istilah siklus hidrologi. (KRIS)
editor-avatar-0
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020