Sistem Kekerabatan yang Menarik Garis Keturunan dari Pihak Bapak dan Cirinya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sistem kekerabatan yang menarik garis keturunan dari pihak bapak disebut sebagai salah satu jenis sistem kekeluargaan di Indonesia. Alur keturunan ini merupakan bagian dari adat di masyarakat.
Sistem kekerabatan menjadi ciri-ciri suku bangsa yang membedakannya satu sama lain. Perbedaan sistem kekerabatan juga memperkaya budaya dan tradisi di Indonesia.
Sistem Kekerabatan yang Menarik Garis Keturunan dari Pihak Bapak Disebut Patrilineal, Simak Ulasannya!
Sistem kekerabatan dapat berdasarkan dari garis ibu, bapak, atau ibu dan bapak. Sistem kekerabatan yang menarik garis keturunan dari pihak bapak, disebut patrilineal.
Patrilineal berasal dari dua kata dalam bahasa Latin, yaitu pater yang berarti bapak, dan linea yang berarti garis. Jadi, patrilineal artinya mengikuti "garis keturunan yang ditarik dari pihak bapak".
Kekerabatan patrilineal mengusut atau menelusuri silsilah keturunan melalui garis keturunan pria saja. Menurut sistem patrilineal, kedudukan pria lebih menonjol pengaruhnya dalam pembagian warisan daripada kedudukan wanita, sehingga hanya anak laki-laki yang akan menjadi ahli waris.
Ciri-Ciri Sistem Kekerabatan Patrilineal dan Contohnya
Diambil dari buku Sosiologi Keluarga, Evy Clara (2020:80), beberapa ciri patrilineal adalah sebagai berikut.
Harta warisan jatuh ke tangan laki-laki saja.
Pola menetap sesudah perkawinan patrilokal atau virilokal.
Terbentuknya klan melalui garis laki-laki, seperti marga pada orang Batak, Ambon, Minahasa.
Dalam perkawinan, ada kewajiban dari pihak laki-laki menyerahkan sejumlah bingkisan perkawinan.
Ada sifat patriakal atau kekuasaan di tangan laki-laki.
Contoh klan atas dasar garis keturunan bapak (patrilineal) di Indonesia, antara lain.
1. Batak
Masyarakat Batak (dengan sebutan Marga), antara lain:
Marga Batak Angkola: Siagian, Silali, Silo, Siregar
Marga Batak Karo: Ginting, Karo-karo, Perangin-angin, Sembiring, Tarigan.
Marga Batak Mandailing: Batubara, Daulay, Harahap, Lubis, Nasution, Rangkuti.
Marga Batak Pak-Pak: Anakampun, Angkat. Bako, Bancin, Banurea, Berampu, Capah, Cibro, Dabutar, Linggah.
Marga Batuk Simalungun: Damanik, Purba, Saragih. Sinaga.
Marga Batak Toba: Nababan, Simatupang, Siregar
2. Minahasa
Minahasa (klannya disebut Fam), antara lain masyarakat Mandagi, Lasut, Tombokan, Pangkarego, Paat, Supit.
3. Ambon
Masyarakat Ambon (klannya disebut Fam), antara lain Pattinasarani, Latuconsina, Latul, Manuhutu, Goeslaw.
4. Flores
Masyarakat Flores (klannya disebut Fam), antara lain Fernandes, Wangge, Da Costa, Leimena, Kleden, De-Rosari, Paeira.
Baca juga: Sistem Kekerabatan yang Menarik Garis Keturunan dari Kedua Belah Pihak
Sistem kekerabatan yang menarik garis keturunan dari pihak bapak, disebut patrilineal. Penganut patrilineal di Indonesia, antara lain suku Minahasa, Batak, Flores, dan Ambon.(DK)
