Sistem Latihan yang Diselingi oleh Masa-Masa Istirahat dalam Olahraga

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam berolahraga, seorang atlet maupun pegiat tetap membutuhkan masa-masa istirahat. Biasanya hal ini terjadi setelah melakukan gerakan olahraga yang intens, kemudian diselingi dengan masa istirahat. Suatu sistem latihan yang diselingi oleh masa-masa istirahat disebut sebagai Interval Training.
Terdapat banyak manfaat dalam melakukan interval training, karena terdapat penelitian yang mengatakan bahwa melakukan interval training selama 15 menit membakar kalori lebih banyak daripada melakukan treadmil dalam satu jam. Interval training juga dapat membantu meningkatkan kapasitas aerobik dan mendapatkan jumlah oksigen yang lebih banyak.
Nah sebenarnya apa itu latihan interval dalam olahraga? Simak penjelasannya berikut ini.
Interval Training: Sistem Latihan yang Diselingi Masa Istirahat Saat Olahraga
Menurut buku Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMA Kelas XI (2007:63) karya Moh. Gilang, interval training adalah suatu sistem latihan yang diselingi oleh interval-interval yang berupa masa-masa istirahat. Interval training penting dimasukkan dalam program latihan olahraga secara keseluruhan.
Masih mengutip buku yang sama, faktor-faktor yang harus dipenuhi dalam menyusun interval training saat berolahraga, antara lain:
Lamanya latihan
Beban atau intensitas latihan
Ulangan atau repetisi latihan
Masa istirahat setiap repetisi latihan.
Jenis latihan interval dapat dilakukan dengan gerakan apapun, yang terpenting saat istirahat antara tiap gerakan, keadaan denyut nadi harus berada di antara 120 - 130 per menit. Misalnya sebagai contoh, lari dengan cepat selama satu menit dan berjalan cepat selama dua menit kemudian diulangi sebanyak lima kali sehingga totalnya Anda melakukan olahraga lari sebanyak 15 menit.
Contohnya, Anda dapat mengaplikasikan ini dengan metode interval training lambat dengan jarak jauh. Latihan ini mengandalkan jarak yang jauh dengan waktu yang lambat. Misalnya dengan lama latihan 1-3 menit dan intensitas latihan 10-20 kali, dijeda dengan istirahat sebanyak 3-5 menit.
Kebalikannya, anda bisa juga melakukan interval training cepat dengan jarak yang lebih pendek. Misalnya dengan lama latihan 5 - 30 detik, Anda mengulang lebih banyak gerakan misalnya sebanyak 15-25 kali dengan intensitas yang lebih tinggi dan waktu istirahat yang lebih lama, misalnya 30 - 90 menit.
Kunci dari menjaga dan meningkatkan kebugaran jasmani adalah memperhatikan unsur-unsur yang dilatih saat berolahraga. Mengombinasikan sistem latihan interval dengan metode lainnya seperti circuit training, kalistenik, aerobik, dan masih banyak lagi dapat membantu olahraga Anda menjadi lebih efektif. Selamat mencoba. (AGI)
