Social Commerce: Media Sosial yang Dapat Melakukan Transaksi Jual Beli

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bentuk media sosial yang memungkinkan pengguna untuk melakukan transaksi jual beli disebut sebagai Social Commerce. Selain e-Commerce, istilah Social Commerce saat ini sedang diperbincangkan.
Sama seperti e-Commerce, Social Commerce dapat memudahkan para pengguna untuk melakukan transaksi jual-beli. Transaksi jual beli tersebut tidak dilakukan di platform khusus. Namun, dilakukan di media sosial.
Penjelasan Bentuk Media Sosial yang Memungkinkan Pengguna untuk Melakukan Transaksi Jual Beli Disebut Sosial Commerce
Bentuk media sosial yang memungkinkan pengguna untuk melakukan transaksi jual beli disebut sebagai Social Commerce. Bagi sebagian orang, istilah yang satu ini masih asing untuk didengar.
Dikutip dari buku Pengantar E-Commerce dan Platform Digital, Juhana, et al. (2024), Social Commerce merupakan jenis e-commerce yang mengintegrasikan elemen sosial media dengan aktivitas berbelanja.
Sama seperti e-Commerce, di Social Commerce, para pengguna dapat melakukan transaksi jual dan beli. Dengan menggunakan social commerce, para pengguna media sosial dapat berbelanja langsung di platform tersebut tanpa harus keluar terlebih dahulu.
Terdapat banyak hal yang dapat dilakukan di Social Commerce. Misalnya, mengunggah berbagai jenis produk, melakukan promosi, hingga membuka toko online yang langsung terintegrasi dengan media sosial.
Kemudahan tersebut tentunya membuat Social Commerce menjadi sangat populer. Dibandingkan dengan e-Commerce, Social Commerce memiliki sejumlah kelebihan. Adapun kelebihannya sebagai berikut.
1. Dapat Menjangkau Konsumen yang Lebih Luas
Kelebihan Social Commerce yang pertama adalah dapat menjangkau konsumen yang lebih luas. Hal itu karena masyarakat Indonesia termasuk ke dalam pengguna media sosial yang aktif. Banyaknya pengguna media sosial di Indonesia membawa keuntungan tersendiri bagi bisnis di Social Commerce.
2. Dapat Memfasilitasi Hubungan Dua Arah
Biasanya transaksi online terasa kurang personal. Hal tersebut karena dalam transaksi online, penjual tidak langsung dapat berhubungan dengan pelanggan. Untuk membangu loyalitas pelanggan, maka dapat menggunakan Social Commerce.
Misalnya berjualan dengan menggunakan TikTok Shop. Melalui platform tersebut, penjual dapat melakukan live product dan pelanggan dapat bertanya mengenai produk incarannya.
Contoh Social Commerce di Indonesia
Di Indonesia terdapat banyak Social Commerce yang dapat digunakan. Contohnya sebagai berikut.
Instagram Shopping
TikTok Shop
Facebook Store
Baca juga: Fitur Apa Saja yang Ada di Media Sosial Facebook? Penjelasan dan Fungsinya
Bentuk media sosial yang memungkinkan pengguna untuk melakukan transaksi jual beli disebut sebagai Social Commerce. Contohnya adalah Instagram Shopping, TikTok Shop, dan Facebook Store. (FAR)
