Konten dari Pengguna

Solusi Menggunakan Pelarut dan Kondisi Reaksi yang Lebih Aman dalam Ilmu Kimia

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Solusi Menggunakan Pelarut dan Kondisi Reaksi yang Lebih Aman. Sumber: Unsplash/Bermix Studio
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Solusi Menggunakan Pelarut dan Kondisi Reaksi yang Lebih Aman. Sumber: Unsplash/Bermix Studio

Solusi menggunakan pelarut dan kondisi reaksi yang lebih aman adalah menghindari penggunaan bahan kimia yang mengakibatkan dampak negatif bagi manusia dan lingkungan. Langkah tersebut merupakan bagian dari penerapan prinsip kimia hijau.

Selain menggunakan pelarut dan kondisi reaksi yang lebih aman, masih banyak prinsip kimia hijau. Beberapa di antaranya adalah merancang sintesis kimia yang tidak berbahaya, menggunakan bahan yang terbarukan, dan menggunakan katalis.

Solusi Menggunakan Pelarut dan Kondisi Reaksi yang Lebih Aman

Ilustrasi Solusi Menggunakan Pelarut dan Kondisi Reaksi yang Lebih Aman. Sumber: Unsplash/Fulvio Ciccolo

Solusi menggunakan pelarut dan kondisi reaksi yang lebih aman merupakan contoh dari prinsip kimia hijau. Penerapan prinsip tersebut dapat mencakup serangkaian upaya atau cara.

Dikutip dari buku berjudul Buku Ajar IPA KIMIA Implementasi Kurikulum Merdeka SMA/MA FASE E, Juremi (2024: 58), cara melakukannya adalah mencoba menghindari penggunaan pelarut, agen pemisah, atau bahan kimia pembantu lainnya yang berdampak negatif bagi kesehatan manusia dan lingkungannya.

Cara tersebut diperlukan sebagai wujud penerapan prinsip kimia hijau. Kimia hijau adalah konsep pemikiran kimia yang dikembangkan dalam pendidikan guna mendukung proses pembangunan berkelanjutan.

Dikutip dari buku Green Industry Management, Febrina, dkk. (2024: 186), kimia hijau berguna untuk mengembangkan bahan kimia dan proses yang bertujuan untuk mengurangi produksi bahan kimia berbahaya.

Macam-Macam Prinsip Kimia Hijau

Ilustrasi Solusi Menggunakan Pelarut dan Kondisi Reaksi yang Lebih Aman. Sumber: Unsplash/Bermix Studio

Penggunaan pelarut dan kondisi reaksi yang lebih aman merupakan satu dari dua belas macam prinsip kimia hijau. Kondisi itu memiliki arti bahwa masih ada sebelas prinsip lain yang termasuk dalam kimia hijau.

Kembali mengutip dari Juremi (2024: 56 – 59), berikut adalah macam-macam prinsip kimia hijau selain penggunaan pelarut dan kondisi reaksi yang lebih aman.

  1. Melakukan pencegahan terhadap terbentuknya polutan.

  2. Merancang bahan kimia dan produk turunannya yang aman sehingga mampu menghasilkan produk kimia yang efektif, rendah, atau tanpa efek racun.

  3. Merancang sintesis kimia yang tidak berbahaya.

  4. Memanfaatkan bahan baku dari material terbarukan dalam proses kimia.

  5. Menggunakan katalis.

  6. Menghindari proses derivatisasi terhadap senyawa kimia.

  7. Memaksimalkan ekonomi atom dengan cara merancang proses.

  8. Melakukan peningkatkan efisiensi energi dengan melakukan reaksi pada kondisi mendekati atau sama dengan kondisi alamiah.

  9. Merancang bahan kimia dan produknya yang dapat terdegradasi setelah digunakan menjadi material yang tidak berbahaya atau tidak terakumulasi setelah digunakan.

  10. Analisis pada waktu yang bersamaan dengan proses produksi guna mencegah polusi.

  11. Meminimalkan potensi kecelakaan.

Baca juga: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi dalam Kimia

Demikian diketahui bahwa solusi menggunakan pelarut dan kondisi reaksi yang lebih aman merupakan bagian dari prinsip kimia hijau. Cara melakukannya, yaitu menghindari penggunaan bahan kimia yang berdampak negatif bagi manusia dan lingkungan. (AA)