Konten dari Pengguna

Struktur Cerkak Bahasa Jawa beserta Unsur dan Contohnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Struktur Cerkak Bahasa Jawa, Foto: Unsplash/ikhsan baihaqi
zoom-in-whitePerbesar
Struktur Cerkak Bahasa Jawa, Foto: Unsplash/ikhsan baihaqi

Jika di dalam bahasa Indonesia, kita mengenal cerpen sebagai cerita pendek, maka di dalam bahasa Jawa, kita mengenal cerkak sebagai cerita pendek dan sederhana. Struktur cerkak bahasa Jawa tak jauh berbeda dengan cerpen, karena pada dasaranya cerkak merupakan cerpen yang disusun di dalam bahasa Jawa.

Struktur Cerkak Bahasa Jawa

Mengutip buku Bahasa Jawa Xa, Eko Gunawan, (2016:34), sebuah cerkak Jawa disusun berdasarkan struktur berikut:

  • Eksposisi

Eksposisi di dalam struktur cerkak bahasa Jawa adalah bagian yang memperkenalkan tokoh utama, latar, dan situasi di dalam suatu cerkak.

  • Komplikasi

Komplikasi adalah bagian cerkak bahasa Jawa yang menceritakan kejadian yang mulai memicu terjadinya konflik.

  • Krisis

Krisis adalah bagian cerkak yang mengisahkan setiap langkah yang ingin dilakukan tokoh utama untuk menyelesaikan konflik yang sedang terjadi.

  • Klimaks

Klimaks adalah bagian dari cerkak yang mengisahkan aksi utama dan penting dari tokoh utama untuk menuntaskan konflik yang tengah terjadi.

  • Penyelesaian

Di bagian penyelesaian, konflik telah selesai, sehingga cerkak pun selesai sampai di sana.

Unsur Cerkak Bahasa Jawa

Layaknya cerpen, cerkak juga dibentuk dengan berbagai unsur berikut:

  • Unsur Intrinsik

Unsur intrinsik adalah unsur pembentuk cerkak yang berasal dari dalam cerkak itu sendiri, antara lain:

  1. Tema: ide pokok atau gagasan utama yang mendasari keseluruhan isi cerkak.

  2. Tokoh (paraga): orang yang berperan di dalam suatu cerkak.

  3. Penokohan (watak): karakter dari setiap tokoh di dalam cerkak.

  4. Latar: tempat, waktu, dan suasana yang menggambarkan peristiwa di dalam suatu cerkak.

  5. Alur: urutan peristiwa yang terjadi di dalam suatu cerkak, mulai dari awal sampai akhir.

  6. Gaya bahasa (basa): gaya bahasa yang digunakan pengarang di dalam menulis sebuah cerkak.

  7. Sudut pandang: strategi yang digunakan pengarang untuk menyampaikan cerita, bisa dari sudut pandang orang pertama (aku), kedua (kamu), atau ketiga (dia).

  8. Amanat: pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada para pembaca cerkaknya.

  • Unsur Ekstrinsik

Unsur ekstrinsik adalah unsur yang berada di luar cerkak, tetapi memengaruhi cerkak tersebut, antara lain:

  1. Situasi dan kondisi masyarakat ketika suatu cerkak ditulis

  2. Nilai-nilai agama, budaya, ekonomi, politik, dan pendidikan

  3. Latar belakang pengarang

Contoh Cerkak Bahasa Jawa

Contoh Cerkak Bahasa Jawa, Foto: Unsplash/Muhamad Arzan

Agar lebih jelas, simak contoh cerita bahasa Jawa dengan tema liburan berikut ini:

Aku bareng kanca-kanca bidhal menyang Malang pasa wayahe preinan sekolah. Niki salah sijine pengalamanku kang rasane ora bakal elek.

Aku menyang Malang saka Sidoarjo nyewa mobil bareng kanca-kancaku. Rencanane arep tilik menyang panggenan wisata ing Malang, kaya jatim park 1, kebun teh. Ning jebule, kutho Malang wes dikebaki mobil plat W. Para warga Sidoarjo akeh sing pada menyang Malang waktu musim preinan kaya ngene iki.

Nganti tengah dalan nuju jatim park 1, aku lan kanca-kancaku wurungno, amerga situasi ing dalan bener-bener macet parah. Sak wise kui aku kale kanca-kancaku nuju ing kebuh teh, nyedaki kawasan wisata kebuh teh, saka njero mobil kadelok pemandangan kang becik tenan.

Jebul kahanane rada rame lan rame karo PKL. Kaendahan cangkir teh ora apik kaya sing katon saka mobil. Ing sakiwa tengene ana akeh sampah. Lack care utawa tamu saka mbuwang sembarang sampah.

Kejaba marang kebun teh, aku lan kanca-kanca ugo menyang Jatim Park 2. Ing Jatim Park 2 iso ngawe ati luwih bungah manih tinimbang ing Kebun Teh, amergi iso dulinan sak puase. Durung ngerasake merem, aku lan kanca-kanca mubeng mlaku-mlaku nuju panggenan wisata liane, neng kutho Malang.

Nanging kabeh panggenan wisata podo macet lan kebak karo tiang-tian. Akhire aku lan kanca-kanca milih wisata kuliner anyar saka panganan bakso malang nganti menyang Mall ing Malang. Akhire blanja oleh-oleh panganan khas Malang.

Setelah memahami struktur, unsur, dan contoh cerkak di atas, silakan tulis cerkak versimu sendiri. Semangat! (BRP)