Struktur Pangkat Bintara Polisi Lengkap dengan Lambangnya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jenjang karir di polisi merupakan tingkatan perkembangan dan kemauan yang terbuka bagi setiap prajurit untuk mendapatkan kedudukan atau jabatan tertentu, kenaikan pangkat, kesempatan masuk pendidikan, pemindahan dan giliran penugasan. Karier kepangkatan Polri di Indonesia dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu pelaksana utama dan manajerial. Dikutip dari buku Bedah Psikotes Rekruitmen TNI Polri yang ditulis oleh Aziz Saefudin & Tim Psikologi Salemba (2017: 40), pelaksana dalam Polri disebut golongan Bintara, sedangkan manajer disebut golongan perwira. Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut struktur pangkat Bintara polisi sebagai bagian dari pelaksana dalam Polri.
Setiap anggota Polri diberi pangkat yang mencerminkan peran, fungsi, dan kemampuan, serta keabsahan wewenang dan tanggung jawab dalam penugasannya. Jenjang kepangkatan juga disusun berdasarkan prinsip senioritas. Sistem hierarki yang ada di kepolisian bertujuan untuk menjaga agar perintah dari atas dapat dilaksanakan dengan baik dan juga sebagai sistem pengendalian.
Mengenal Struktur Pangkat Polisi: Bintara
Struktur pangkat Bintara polisi dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu Bintara Tinggi dan Bintara. Bintara Tinggi terdiri dari Ajun Inspektur Polisi Satu (AIPTU) dan Ajun Inspektur Polisi Dua (AIPDA), sedangkan Bintara terdiri dari Brigadir Polisi Kepala (BRIPKA), Brigadir Polisi (BRIGPOL), Brigadir Polisi Satu (BRIPTU), Brigadir Polisi Dua (BRIPDA), Ajun Brigadir Polisi (ABRIGPOL), Ajun Brigadir Polisi Satu (ABRIPTU), dan Ajun BRigadir Polisi Dua (ABRIPDA).
Untuk menjadi Bintara, seorang calon prajurit harus melalui jalur SPN (Sekolah Polisi Negara), dengan menempuh pendidikan kurang lebih 7 bulan. Sistem penempatan Bintara secara umum menggunakan prinsip “Local boy for local job”, yang artinya orang lokal dituntut untuk melakukan tugas lokal.
Adapun pergerakan karir dalam organisasi kepolisian dapat melalui tiga cara, yaitu:
Promosi: dipindah ke jabatan yang lebih tinggi karena prestasi
Demosi: dipindah ke jabatan yang lebih rendah karena kasus/masalah
Tour of duty/tour of area: dipindah dengan tingkatan jabatan sama namun beda fungsi, atau dipindah dengan jabatan sama tapi beda wilayah. Mutasi ini bertujuan untuk penyegaran petugas pada jabatan/tempat yang baru.
Semoga informasi di atas bermanfaat! (CHL)
