Struktur Puisi dalam Bahasa Jawa Lengkap dengan Contohnya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi dalam bahasa Jawa merupakan salah satu bentuk keragaman budaya yang dimiliki Indonesia. Puisi bahasa Jawa memiliki struktur penulisan yang berbeda dibanding puisi yang biasa kita jumpai. Untuk mengenalnya lebih dalam, berikut ini adalah penjelasan struktur puisi dalam bahasa Jawa lengkap dengan contohnya.
Sebutan Puisi dalam Bahasa Jawa beserta Contoh dan Struktur Penulisannya
Indonesia yang merupakan negara kepulauan dengan keragaman budaya yang dimilikinya ini rupanya juga menyimpan segudang kekayaan karya sastra di dalamnya. Salah satunya dapat kita lihat dari adanya keragaman puisi yang dimiliki tiap daerah.
Puisi merupakan jenis karya sastra yang disusun dengan kalimat tertentu berisi ungkapan perasaan penyair. Pengertian puisi disebutkan oleh Agnes Pitaloka dan Amelia Sundari (2020:9) dalam bukunya yang berjudul Seni Mengenal Puisi.
Melalui bukunya, dijelaskan pengertian puisi secara umum merupakan suatu karya sastra yang berasal dari ungkapan atau curahan hati penyair. Puisi dapat diartikan sebagai bentuk ekspresi diri yang menggambarkan keresahan, imajinasi, kritik, pemikiran, pengalaman, kesenangan ataupun nasehat seseorang. Puisi umumnya tersusun atas bahasa yang indah dan padat makna.
Puisi di Indonesia rupanya juga disusun dalam berbagai bahasa daerah, salah satunya bahasa Jawa. Puisi dalam bahasa Jawa umumnya disebut dengan geguritan. Pengertian geguritan dipaparkan dalam buku berjudul Pujangga Hujan: Teori dan Apresiasi Puisi yang disusun oleh Roy Sari Milda, Tim Antologi Puisi Hujan (2019: 29).
Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa geguritan yang berasal dari bahasa Jawa Tengahan, kata dasar: gurit, berarti "tatahan", "coretan" ini merupakan bentuk yang berkembang di kalangan penutur bahasa Jawa dan Bali.
Lebih lanjut, dalam buku tersebut menjelaskan bahwa geguritan berkembang dari tembang, sehingga dikenal beberapa geguritan yang berbeda. Pengertian geguritan di Jawa berkembang menjadi sinonim dengan puisi bebas, yaitu puisi yang tidak mengikatkan diri pada aturan metrum, sajak, serta lagu.
Puisi dalam bahasa Jawa atau yang juga disebut dengan geguritan ini memiliki dua struktur penting yang wajib ada di dalamnya, yaitu struktur batin dan fisik. Struktur batin adalah unsur pembangun yang tidak tampak langsung dalam penulisan katanya. Struktur ini terdiri dari tema, nada, perasaan, dan amanat. Sedangkan struktur fisik terdiri dari diksi, pengimajinasian, kata konkret, majas, versifikasi, dan tipografi. Untuk lebih memahaminya, berikut ini contoh puisi dalam bahasa Jawa:
Hyang Baskara
Banyu telaga akinclong-kinclong
Kataman cahyaning Hyang Baskara
Sliwering manuk kang golek ijon
Kumelap angrengga pesawangan
Nanging sawuse surup srengenge
Gambar ing telaga ilang musna
Peteng sepi samun ing wengi.
Padhang-petenge atining manungsa
Abang birune gumantung karsane Gusti.
Tresna
Tresna kuwi sepele
Tresna kuwi ya kowe karo aku
Tresnamu kaya surya
Nanging ya kaya samudra
Tresnamu bisa nekakake mega
Nanging saiki tresnamu kaya dahana
Awit aku mbok tinggalna
Langit data peteng
Ora ana candra apa maneh kartika
Atiku kaya bawana sing lemahe nela-nela
Maruta, kandhakna yen aku isih tresna
Itulah penjelasan tentang struktur penulisan puisi dalam bahasa Jawa lengkap dengan contohnya untuk mengenal puisi berbahasa Jawa lebih dalam. Semoga bermanfaat. (DAP)
