Struktur Teks Pidato, Jenis, dan Contohnya

Penulis kumparan
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pidato merupakan sebuah kegiatan yang sering kali digunakan, baik dalam acara formal maupun non-formal. Untuk membuatnya, perlunya mengetahui struktur teks pidato.
Terlebih, pidato sendiri terdiri dari beberapa jenis. Sehingga teks pidato dapat ditulis disesuaikan dengan pesan apa yang ingin disampaikan.
Struktur Teks Pidato
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pidato diartikan sebagai pengungkapan pikiran dalam bentuk kata-kata yang ditujukan kepada orang banyak atau wacana yang disiapkan untuk diucapkan di depan khalayak.
Pidato juga dapat diartikan sebagai cara menyampaikan gagasan, ide-ide, tujuan, pikiran, maupun informasi dari seorang pembicara kepada orang banyak dengan cara lisan.
Untuk membuat teks pidato, terdapat struktur yang perlu diperhatikan. Seperti yang dikutip dari buku Super Complete SMP/MTs 7,8,9 oleh Elis Khoerunnisa, dkk. (2020) struktur teks pidato yakni:
1. Pembukaan
Pembukaan teks pidato terdiri atas 3 bagian, yaitu:
a. Salam pembuka
b. Ucapan penghormatan
c. Ucapan syukur
2. Isi Pidato
Isi Pidato adalah bagian yang penting karena dalam isi ini mengandung inti dari sesuatu yang akan disampaikan dan dibicarakan. Pada bagian isi ini sang orator akan menjelaskan secara detail dan juga jelas mengenai apa yang disampaikannya kepada para pendengar.
3. Penutup Pidato
Penutup pidato adalah akhir dari sebuah pidato. Pidato yang baik biasanya berisi hal-hal berikut:
Kesimpulan secara ringkas dari materi yang dijelaskan.
Permintaan maaf kepada pendengar jika ada salah dalam berkata dan juga menyinggung pembaca.
Salam penutup
Jenis-Jenis Teks Pidato
Terdapat beberapa jenis pidato yang sering digunakan baik untuk kegiatan formal maupun non-formal, yakni:
1. Pidato Informatif
Pidato informatif bertujuan untuk menyampaikan informasi tentang suatu topik yang belum diketahui oleh audiensi.
Pidato ini dapat menampilkan fakta, statistik, atau data yang menunjukkan pengetahuan kita selaku pembicara dengan tujuan membantu audiensi kita untuk memahami topik tersebut.
2. Pidato Persuasif
Pada pidato jenis kedua ini, bertujuan untuk mengubah keyakinan atau pendapat audiensi. Pidato jenis persuasif ini sering kali berfokus pada topik yang bersifat kontroversi.
Pada pidato persuasif harus menggunakan bukti nyata dan fakta agar audiensi percaya dan mengikuti saran atau ajakan yang disampaikan.
Orator atau orang yang menyampaikan pidato juga dapat memanfaatkan emosi dan strategi retoris lainnya untuk mempengaruhi pemikiran dan sudut pandang audiensi.
Ia juga harus mempelajari sudut pandang pihak yang memiliki pendapat yang berseberangan sehingga kita dapat mencari alasan logis untuk menyanggah dan meyakinkan mereka.
3. Pidato Demonstratif
Pidato demonstratif bertujuan untuk menunjukkan kepada audiensi bagaimana langkah untuk melakukan sesuatu. Pidato jenis ini berorientasi pada proses dan sering kali berkembang selangkah demi selangkah dengan sangat rinci.
Tidak jarang pembicara menggunakan alat peraga dan alat bantu visual untuk memandu audiensnya.
Contoh Teks Pidato
Untuk memudahkan dalam membuat teks pidato, berikut contoh teks pidato persuasif tentang bahaya narkoba yang bisa digunakan sebagai referensi.
Assalamu alaikum Wr Wb
Yang terhormat Kepala Sekolah ….
Yang saya hormati Bapak/Ibu Guru serta staf Tata Usaha ….
Dan teman-teman yang saya cintai
Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat-Nya sehingga kita dapat berkumpul disini dan pada hari ini saya akan menyampaikan pidato tentang Narkoba.
Di Indonesia jumlah pengguna narkoba begitu besar, karena lemahnya penegakan hukum di Indonesia para pengedar internasional dapat bekerja sama dengan warga negara Indonesia dan memperoleh keuntungan yang besar. Penyalahgunaan Narkotika dan zat aditif lainnya itu tentu membawa dampak yang luas dan kompleks. Sebagai dampaknya antara lain perubahan perilaku, gangguan kesehatan, menurunnya produktivitas kerja secara drastis, kriminalitas dan tindak kekerasan lainnya.
Penyalahgunaan narkoba dapat dicegah melalui program-program diantaranya mengikuti kegiatan-kegiatan sosial, tidak bergaul dengan pengguna atau pengedar narkoba, tidak mudah terpengaruh ajakan atau rayuan untuk menggunakan narkoba. Pengguna narkoba biasanya lebih didominasi oleh para remaja dan anak sekolah.
Sekolah juga memberikan penyuluhan kepada para siswa tentang bahaya dan akibat dari penyalahgunaan narkoba melalui Guru BP, diskusi yang melibatkan para siswa dalam perencanaan untuk intervensi dan pencegahan penyalahgunaan narkoba di sekolah. Program lain yang cukup penting adalah program waspada Narkotika dengan cara mengenali ciri-ciri siswa yang menggunakan narkoba, mewaspadai adanya tamu yang tak dikenal atau pengedar, melakukan razia dadakan.
Biasanya pengedar maupun pemakai di sekolahh telah paham betul program-program disekolah untuk pencegahan pengguna atau pemakai di sekolah, mereka tentu saja mengantisipasinya dengan sebaik yang mereka bisa. Sepintar apapun kiat mereka, ibarat sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya jatuh juga.
Jurus-jurus jitu menghindari deteksi sekolah memang mereka kuasai, tapi mengingat sifat narkoba yang adiktif dan menuntut dosis yang lebih tinggi maka disiplin cara aman akan terkuak juga
Untuk itu marilah kita hindari dan jauhi serta ikut memberantas penggunaan narkoba. Demikianlah pidato yang dapat saya sampaikan apabila ada kesalahan dalam bertutur kata, saya mohon maaf. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih dan saya akhiri.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Baca Juga: Pidato Rekreatif: Pengertian dan Contohnya
Itulah penjelasan tentang struktur teks pidato, jenis, dan contohnya. Semoga bermanfaat dan membantu dalam membuat teks pidato sesuai dengan kebutuhan dan benar.(MZM)
