Struktur Virus dan Fungsinya dalam Biologi

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Struktur virus dan fungsinya merupakan materi Biologi untuk siswa kelas 10. Siswa akan mempelajari pengertian, struktur, dan fungsi virus bagi kehidupan.
Vinos adalah kata Latin untuk racun. Sebelum berkembangnya ilmu pengetahuan, segala penyebab penyakit misterius pada manusia disebut virus.
Mengetahui Struktur Virus dan Fungsinya
Virus merupakan agensia penginfeksi nonseluler yang sangat kecil, dengan ukuran 20-300 nm. Dikutip dari buku Seri Rangkuman Materi dan Latihan Soal Biologi Kelas X, Ikwan Wahyudi (2020:24), struktur virus dan fungsinya adalah sebagai berikut.
1. Struktur Luar
Struktur luar virus terdiri dari.
a. Kapsid: Lapisan pembungkus asam nukleat (pembawa materi genetik).
Kapsid tersusun dari sejumlah besar subunit protein yang biasa disebut kapsomer.
Kapsomer merupakan kumpulan polipeptida.
Setiap virus memiliki kapsomer yang jumlah molekul proteinnya berbeda-beda.
Bentuk kapsid bermacam-macam, ada yang batang, bulat, oval dan huruf T.
b. Kapsomer: Subunit protein pembentuk kapsid.
c. Kapsul Pembungkus: Letaknya menyelubungi kapsid dan tersusun dari bahan lipoprotein, dan tidak dimiliki oleh semua virus. Hanya virus flu, virus herpes dan beberapa virus yang menginfeksi hewan.
d. Selubung Virus: Untuk menginfeksi inang (tidak semua virus memiliki selubung virus).
2. Struktur Dalam
Struktur dalam virus terdiri atas bahan genetik (DNA atau RNA) dan beberapa jenis enzim. Adapun fungsi virus yang menguntungkan adalah sebagai berikut.
Untuk memproduksi interferon, sekaligus mencegah replikasi virus di dalam sel inang (hospes).
Profage dimanfaatkan untuk mengubah fenotipe bakteri yang bermanfaat dalam dunia kedokteran.
Berfungsi untuk pembuatan vaksin berbagai jenis mikroba penyebab penyakit.
Perantara reproduksi generatif bakteri dengan memindahkan asam nukleat bakeri satu ke bakteri yang lain (transduksi).
Ciri-Ciri Virus yang Perlu Diketahui
Virus pada awalnya ditemukan oleh A. Meyer, seorang ilmuan Jerman yang mengamati mosaik pada daun tembakau penyebab daun berbintik. Ciri-ciri dari virus sebagai berikut.
Non seluler
Virus berukuran sangat kecil, lebih kecil daripada bakteri.
Bersifat parasit intraseluler obligat (menginfeksi inang hidup).
Memiliki asam nukleat (DNA atau RNA saja) yang terbungkus kapsid.
Virus dapat dikristalkan.
Tidak memiliki enzim metabolisme.
Dapat bereplikasi pada inang hidup.
Bentuk peralihan antara benda mati dan makhluk hidup.
Baca juga: Tuliskan Kata Gabungan dari Virus dan Penjelasannya
Mengetahui struktur virus dan fungsinya sangat bermanfaat dalam kehidupan. Hal ini terutama kampanye tentang bahaya virus bagi kesehatan manusia. (DK)
