Sudut Pandang Orang Kedua dalam Penulisan Fiksi

Penulis kumparan
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sudut pandang orang kedua merupakan salah satu jenis dari sudut pandang yang bisa kita temukan dalam karya fiksi baik itu cerita pendek maupun novel.
Berbeda dengan sudut pandang orang pertama di mana tokoh utama digambarkan dengan kata ganti orang pertama “aku”, sehingga pembaca diajak serta untuk merasakan apa yang dialami oleh si tokoh utama, sudut pandang orang kedua menggunakan kata ganti orang kedua “kamu”, “kau” atau “kalian” sehingga pembaca bisa merasa bahwa penulis sedang berbicara secara langsung oleh pembaca.
Sudut Pandang Orang Kedua dalam Penulisan Fiksi
Sudut pandang, atau point of view, menunjuk pada cara sebuah cerita dikisahkan dan merupakan cara atau pandangan yang dipergunakan pengarang sebagai sarana untuk menyajikan cerita dalam penulisan fiksi kepada pembaca. Hal ini dituliskan oleh Abrams, M.H tahun 1981, dalam A Glossary of Literary Terms.
Sudut pandang pada hakikatnya merupakan strategi, teknik, siasat, yang secara sengaja dipilih pengarang untuk mengemukakan gagasan dan cerita penulis melalui tokoh-tokoh yang digambarkan dalam tulisannya.
Dalam berbagai buku fiksi (kesastraan) jarang ditemukan sudut pandang orang kedua atau gaya “kau”. Namun, secara faktual, sudut pandang orang kedua tidak jarang ditemukan dalam berbagai cerita fiksi walau hanya sekedar selingan.
Contoh penulisan fiksi dengan sudut pandang orang kedua misalnya sebagai berikut:
Kamu tahu bahwa semalam adalah bulan merah seperti yang pernah kau kisahkan pada waktu yang lalu. Kamu bilang, bulan merah adalah waktu yang tepat untuk bertemu.
Sudah lama bulan itu tidak muncul, dan kini saat ia muncul, apakah kamu telah menunggu di tempat yang sama seperti saat itu? Jika ia, mungkin kita akan bertemu, atau mungkin juga tidak, karena kamu sudah lama berlalu.
(Adelliarosa)
