Konten dari Pengguna

Sumber Resmi Data Hasil Pantauan Aktivitas Gunung Api di Indonesia

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Data Hasil Pantauan Aktivitas Gunung Api      Foto:Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Data Hasil Pantauan Aktivitas Gunung Api Foto:Unsplash

Indonesia adalah negara dengan gunung api aktif terbanyak di dunia, sehingga pemantauannya dilakukan selama 24 jam. Data hasil pantauan aktivitas gunung api dilaporkan ke Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Simak ulasannya dalam artikel berikut ini.

Baca juga: Pengertian Vulkanisme Lengkap dengan Gejala dan Bentuk Erupsi.

Laporan Data Hasil Pantauan Aktivitas Gunung Api Dilaporkan ke PVMBG

Data Hasil Pantauan Aktivitas Gunung Api Foto:Unsplash

Gunung api aktif memiliki ancaman erupsi yang dapat membahayakan mahluk hidup. Pengertian erupsi dapat ditemukan dalam buku Materi dan Panduan Permainan Ular Tangga pada Materi Bencana Alam yang disusun oleh Siska Dwi Utami (2022:12). Dijelaskan dalam buku tersebut, erupsi adalah istilah letusan gunung berapi yang merupakan bagian dari aktivitas vulkanik.

Berdasarkan Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB), tindakan yang dapat dilakukan sebelum terjadi bencana letusan gunung api adalah pemantauan aktivitas gunung api selama 24 jam menggunakan alat pencatat gempa (seismograf). Data hasil pantauan aktivitas gunung api dilaporkan ke PVMBG di Bandung dengan menggunakan radio komunikasi SSB.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api akan menyampaikan laporan bulanan ke Pemda setempat. Data yang dilaporkan mencakup jenis dan sifat bahaya gunung api, serta lokasi daerah rawan bencana.

Dari data tersebut, akan dapat dilakukan penyuluhan dan sosialisasi arah penyelamatan diri, lokasi pengungsian, dan pos penanggulangan bencana.

Penyebab Bencana Letusan Gunung Api

Laporan Data Hasil Pantauan Aktivitas Gunung Api Foto:Unsplash

Adapun penyebab bencana letusan gunung api adalah sebagai berikut.

  1. Lempeng bumi yang berdesakan dapat menyebabkan tekanan besar yang mendorong ke permukaan bumi, sehingga menimbulkan gejala tektonik, gempa vulkanik, dan aktivitas geologi.

  2. Tekanan sangat tinggi yang dipengaruhi oleh volume magma. Magma bergerak ke atas, masuk ke saluran kawah, dan keluar. Apabila saat menyusuri saluran kawah tersumbat, maka dapat terjadi ledakan besar.

  3. Gempa vulkanik, akibat aktivitas magma di dalam gunung api.

  4. Pergerakan tektonik, membuat naiknya magma tepat di bawah kawah.

  5. Deformasi badan gunung menyebabkan struktur lapisan batuan gunung yang mempengaruhi bagian dalam, seperti tersumbatnya magma.

  6. Suhu kawah meningkat tajam, sebab magma mencapai bawah kawah.

Laporan data hasil pantauan aktivitas gunung api dilaporkan ke PVMBG sebagai sumber resmi. Data yang dilaporkan bersifat real-time processing, artinya pemrosesan data tidak boleh ditunda, karena waktu yang kritis dan dapat mengakibatkan sesuatu yang fatal.(DK)