Sumber yang Berasal dari Orang Kedua Lengkap dengan Contohnya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam penulisan sejarah maupun hasil penelitian, ada berbagai sumber yang bisa digunakan sebagai referensi. Adapun sumber yang berasal dari orang kedua disebut sumber sekunder.
Jenis sumber yang satu ini memang menjadi yang paling sering digunakan dalam penulisan sejarah maupun hasil penelitian. Sebab, sumber sekunder relatif lebih mudah ditemukan dan informasi di dalamnya terbilang lengkap.
Sumber yang Berasal dari Orang Kedua Disebut Sumber Apa?
Mengutip dari buku Sejarah Indonesia: untuk SMK Kelas X Semester Ganjil, Fatayat Ridlo Mintarsih, M. Hidayat, Miskadi, Muhamad Suhardi, dan Randi Pratama Murtikusuma (2023:165), sumber yang berasal dari orang kedua disebut sumber sekunder.
Jadi, pada dasarnya, sumber sekunder merupakan sumber yang berasal dari tangan kedua. Informasi pada sumber sekunder berasal dari kesaksian seseorang yang bukan merupakan saksi langsung atau saksi pandangan mata. Contohnya, seperti saksi yang tidak hadir fisiknya di suatu peristiwa.
Oleh karena itu, sumber sekunder juga dapat dipahami sebagai karya yang menafsirkan atau menganalisis peristiwa maupun fenomena historis. Umumnya, sumber sekunder ini berupa buku yang baru ditulis untuk menggambarkan masa lampau.
Artinya, sumber sekunder diproduksi setelah suatu peristiwa terjadi. Seringnya buku sejarah ini ditulis oleh sejarawan atau sarjana terlatih yang memahami periode waktu dan peradaban yang dimaksud.
Tidak sama seperti sumber primer, sumber sekunder justru tidak memberikan bukti secara langsung. Hal ini karena sumber sekunder memberi informasi yang sudah dianalisis atau ditafsirkan dalam beberapa cara.
Jadi, sumber sekunder sering menganalisis informasi yang sudah dikumpulkan dari berbagai sumber primer. Dengan begitu, maka sumber sekunder yang baik akan menggunakan sumber primer sebagai buktinya.
Para sarjana akan menghabiskan banyak waktu dengan sumber-sumber sekunder, seperti layaknya yang dilakukan pada sumber primer. Tujuannya adalah untuk memahami bagaimana para sarjana lain menafsirkan peristiwa yang tidak jelas dan mungkin tidak sepakat dengan analisis mereka.
Adapun berbagai contoh sumber sekunder antara lain adalah ulasan buku, artikel ilmiah dengan isi tulisan yang menafsirkan atau menganalisis sumber lain, ulasan literatur, serta biografi.
Baca Juga: Sumber-Sumber Sejarah Keberadaan Kerajaan Sriwijaya yang Patut Diketahui
Jadi, kesimpulannya adalah sumber yang berasal dari orang kedua disebut sumber sekunder. Semoga bermanfaat. (Anne)
