Konten dari Pengguna

Sumpah Pemuda Diperingati Setiap Tanggal Berapa? Sejarah Singkat Peringatannya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sumpah pemuda diperingati setiap tanggal - Sumber: unsplash.com/@mufidpwt
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sumpah pemuda diperingati setiap tanggal - Sumber: unsplash.com/@mufidpwt

Sumpah Pemuda diperingati setiap tanggal berapa? Peringatan Sumpah Pemuda diperingati secara rutin setiap tahun oleh bangsa Indonesia. Hal ini berhubungan dengan peran penting peristiwa tersebut dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.

Bagi bangsa Indonesia, Sumpah Pemuda merupakan tonggak sejarah yang menunjukkan komitmen para pemuda. Mereka berkomitmen untuk bersatu, mengatasi perbedaan kedaerahan, suku, dan budaya demi kemerdekaan Indonesia.

Sumpah Pemuda Diperingati Setiap Tanggal 28 Oktober

Ilustrasi sumpah pemuda diperingati setiap tanggal - Sumber: unsplash.com/@syahrulaw

Sumpah Pemuda diperingati setiap tanggal berapa? Jawabannya adalah tanggal 28 Oktober. Pada tanggal tersebut di tahun 1928, Sumpah Pemuda pertama kali terucap dari para pemuda yang menginginkan kemerdekaan negaranya.

Bunyi Sumpah Pemuda adalah:

  1. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.

  2. Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.

  3. Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Sejarah Sumpah Pemuda

Ilustrasi sumpah pemuda diperingati setiap tanggal - Sumber: unsplash.com/@syahrulaw

Sejarah Sumpah Pemuda berkaitan dengan hasil dari dua Kongres Pemuda yang diadakan di Jakarta. Kongres Pemuda pertama berlangsung dari 30 April hingga 2 Mei 1926. Pada waktu itu, peserta kongres belum terpikirkan tentang ide Sumpah Pemuda karena mereka masih memiliki rasa kedaerahan yang kuat.

Tapi, kongres tersebut berhasil membentuk Persatuan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) yang bertujuan memperkuat kesatuan dan persatuan pemuda dalam melawan penjajah.

Kongres Pemuda kedua diadakan pada Sabtu, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Lapangan Banteng. Kongres ini terbagi menjadi tiga sesi rapat.

Berdasarkan keterangan di buku Makna Sumpah Pemuda, Sri Sudarmiyatun, S.Pd., (2012), disebutkan bahwa pada rapat pertama, Soegondo, sebagai pimpinan kongres, menyampaikan harapannya agar kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan di kalangan pemuda.

Acara dilanjutkan dengan paparan dari Moehammad Jamin tentang pentingnya persatuan bagi pemuda. Menurut Jamin, ada lima faktor yang dapat memperkuat persatuan Indonesia, yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan.

Rapat kedua diadakan pada Minggu, 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop, dengan fokus pada masalah pendidikan. Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro menyatakan bahwa setiap anak harus mendapatkan pendidikan kebangsaan, serta keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah.

Rapat ketiga, yang merupakan sesi terakhir, berlangsung di Gedung Indonesische Clubhuis Kramat. Soenario menekankan pentingnya nasionalisme dan demokrasi, serta gerakan kepanduan. Ramelan menambahkan bahwa gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional.

Sebelum kongres berakhir, Mohammad Yamin memberikan secarik kertas kepada Soegondo dengan mengatakan bahwa ia memiliki formulasi yang lebih elegan untuk keputusan kongres. Soegondo menyetujuinya, dan kertas tersebut diedarkan kepada peserta kongres lainnya.

Kemudian, Yamin menjelaskan isi dari kertas tersebut yang terdiri dari tiga poin yang kini dikenal sebagai Sumpah Pemuda. Saat itu, namanya masih Ikrar Pemuda, namun setelah kongres selesai, Yamin mengubahnya menjadi Sumpah Pemuda.

Baca Juga: Sejarah Singkat Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928

Sumpah Pemuda diperingati setiap tanggal 28 Oktober. Dengan memperingatinya setiap tahun, bangsa Indonesia tidak hanya menghormati perjuangan para pemuda di masa lalu, tetapi juga berkomitmen untuk terus bersatu, menjaga persatuan dan kesatuan. (DNR)