Konten dari Pengguna

Surah Al-Insyirah Ayat 7 sebagai Dalil dari Sikap Bekerja Keras

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Surah Al-Insyirah ayat 7 dapat dijadikan dalil dari sikap (Foto: Malik Shibly | Unsplash.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Surah Al-Insyirah ayat 7 dapat dijadikan dalil dari sikap (Foto: Malik Shibly | Unsplash.com)

Al-Quran adalah kitab suci umat Islam yang fungsinya adalah sebagai petunjuk bagi manusia dalam kehidupan dan beribadah. Al-Quran terdiri dari 114 surah dan salah satunya adalah Surah Al-Insyirah. Surah Al-Insyirah ayat 7 dapat dijadikan dalil dari sikap bekerja keras dan berdoa.

Bagaimana tafsir ahli mengenai ayat tersebut? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

Baca juga: Arti Surat Al-Anfal Ayat 34 dalam Alquran dan Tafsirnya

Dalam Al-Quran, Surah Al-Insyirah Ayat 7 dapat Dijadikan Dalil dari Sikap Apa?

Ilustrasi Surah Al-Insyirah Ayat 7 dapat Dijadikan Dalil dari Sikap (Foto: Adli Wahid | Unsplash.com)

Berikut ini Surah Al-Insyirah ayat 7 yang dikutip dari quran.kemenag.go.id:

فَاِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْۙ

Artinya:

“Apabila engkau telah selesai (dengan suatu kebajikan), teruslah bekerja keras (untuk kebajikan yang lain)

1. Tafsir Wajiz

Maka apabila engkau telah selesai dari suatu urusan, tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain. Bila engkau menyelesaikan suatu urusan dunia atau berdakwah, bergegaslah bersimpuh di hadapan Tuhanmu. Begitu engkau selesai beribadah, bersungguh-sungguhlah dalam berdoa. Demikian seterusnya.

2. Tafsir Tahlili

(7) Sesudah menyatakan nikmat-nikmat-Nya kepada Nabi Muhammad dan janji-Nya akan menyelamatkan beliau dari bahaya-bahaya yang menimpa, Allah memerintahkan kepadanya agar mensyukuri nikmat-nikmat tersebut dengan tekun beramal saleh sambil bertawakal kepada-Nya.

Bila telah selesai mengerjakan suatu amal perbuatan, maka hendaklah beliau mengerjakan amal perbuatan lainnya. Sebab, dalam keadaan terus beramal, beliau akan menemui ketenangan jiwa dan kelapangan hati. Ayat ini menganjurkan agar Nabi saw tetap rajin dan terus-menerus tekun beramal.

Khalif dalam Nasihat untuk Orang-Orang Lalai (2005) menjelaskan para ahli tafsir menerangkan bahwa intisari dari Surah Al-Insyirah ayat 7 adalah anjuran untuk melakukan kebajikan dengan sungguh-sungguh. Jika Anda sudah selesai melakukan shalat, maka ikutilah dengan doa secara sungguh-sungguh.

Pendapat tersebut merupakan pendapat Ibnu Abbas. Ibnu Mas’ud dan yang lain juga mengemukakan pendapat yang serupa. (Tafsir al-Qurthubiy)

Sebagai umat Muslim, kita diharuskan untuk selalu bersungguh-sungguh dalam mengerjakan sesuatu seperti ketika bekerja dan beribadah. Dalam doanya, Rasulullah saw. bersabda:

“Ya Allah ya Tuhan kami, lindungilah kami dari kegundahan dan kesedihan. Lindungilah kami dari ketidakberdayaan dan kemalasan. Lindungilah kami dari sifat pengecut dan kikir. Dan lindungilah kami dari belitan utang dan paksaan orang.” (HR Abu Dawud)

Surah Al-Insyirah ayat 7 dapat dijadikan dalil dari sikap bekerja keras dan berdoa. Segala sesuatu harus kita kerjakan dengan sungguh-sungguh agar hasilnya maksimal. (KRIS)