Konten dari Pengguna

Surat Al Bayyinah Artinya beserta Bacaannya Lengkap

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Unsplash.com - Surat Al Bayyinah artinya adalah pembuktian.
zoom-in-whitePerbesar
Unsplash.com - Surat Al Bayyinah artinya adalah pembuktian.

Dilihat dari segi bahasa, Al Bayyinah artinya adalah mulia. Tetapi di dalam surat ini, Al-Bayyinah berarti 'pembuktian' karena diambil dari perkataan atau lafal Al-Bayyinah yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Dengan kata lain, surat Al Bayyinah artinya adalah ajaran Rasulullah adalah ajaran yang benar. Dikutip dari buku Juz'amma Lengkap Bergambar 3 Bahasa karya Puspa Swara dan Abu Fayha, disebutkan bahwa agama yang dibawa oleh Rasulullah SAW adalah agama yang lurus yang mencakup pokok-pokok ajaran yang juga dibawa nabi-nabi sebelum beliau.

Menurut Imam Qurthubi, Al Bayyinah memiliki beberapa keutamaan. Surat Al-Bayyinah memiliki manfaat yang besar jika diajarkan sebagaimana dalam sebuah sabda Rasulullah S.A.W yang berbunyi ''Seandainya saja umat manusia mengetahui apa yang ada di dalam Lam Yakunilladzina kafaru, niscaya mereka akan mengabaikan keluarga dan hartanya demi mengajarkannya.''

Selain itu, hadist shahih yang diriwayatkan oleh Anas juga menerangkan bahwa Rasulullah S.A.W bersabda kepada Ubay: "Sesungguhnya Allah S.W.T memerintahkan kepadaku agar membaca untukmu: Lam Yakunilladzi kafaru.”

Ubay bertanya: "Allah S.W.T menyebutkan aku padamu?"

Beliau menjawab: "Ya, Lalu Ubay menangis." (HR Mutafaqalaihi).

Surat Al Bayyinah Artinya dan Bacaannya

1. Lam yakunillaziina kafarụ min ahlil kitaabi wal musyrikiina munfakkīna ḥattaa ta'tiyahumul bayyinah

Orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidak akan meninggalkan (agama mereka) sampai datang kepada mereka bukti yang nyata,

2. Rasụlum minallaahi yatlụ ṣuḥufam muṭahharah

(yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang suci (Al-Qur'an),

3. Fiihaa kutubung qayyimah

di dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus (benar).

4. Wa maa tafarraqallaziina ụtul-kitaaba illaa mim ba'di maa jaa`at-humul bayyinah

Dan tidaklah terpecah-belah orang-orang Ahli Kitab melainkan setelah datang kepada mereka bukti yang nyata.

5. Wa maa umiruu illaa liya'budullaaha mukhliṣiina lahud-diina ḥunafaa`a wa yuqiimuṣ-ṣalaata wa yu`tuz-zakaata wa zaalika diinul qayyimah

Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).

6. Innallaziina kafarụ min ahlil kitaabi wal musyrikiina fii naari jahannama khaalidiina fiihaa, ulaa`ika hum syarrul-bariyyah

Sungguh, orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Mereka itu adalah sejahat-jahat makhluk.

7. Innallaziina aamanụ wa 'amiluṣ-ṣaaliḥaati ulaa`ika hum khairul-bariyyah

Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.

8. Jazaa`uhum 'inda rabbihim jannaatu 'adnin tajrii min taḥtihal-an-haaru khaalidiina fiihaa abadaa, raḍiyallaahu 'an-hum wa raḍụ 'an-h, zaalika liman khasyiya rabbah

Balasan mereka di sisi Allah SWT ialah surga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya. (DNR)