Surat Al Kahfi dan Artinya yang Dapat Kita Teladani

Penulis kumparan
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Surat Al Kahfi (Para Penghuni Gua) termasuk dalam kelompok surat Makkiyyah yang terdiri dari 110 ayat yang memiliki beragam kisah di dalamnya. Surat Al Kahfi diawali dengan pujian pada Allah, sebagai ungkapan rasa syukur atas diturunkannya Alquran sebagai pemberi kabar gembira dan peringatan.
Surat Al Kahfi memiliki makna yang spesial bagi umat Islam. Di dalamnya, terdapat banyak pelajaran yang dapat kita diteladani bersama setelah membaca surat Al Kahfi dan artinya.
Kisah Tauladan Pada Surat Al Kahfi dan Artinya
Adalah tujuh pemuda beriman yang tinggal di negara kafir. Mereka memutuskan untuk meninggalkan kota dan pergi ke gua demi menjaga keimanannya terhadap Allah SWT.
Allah SWT menganugerahi mereka dengan cara ditidurkan dalam gua selama 309 tahun. Ketika mereka bangun, mereka merasa baru tertidur satu atau setengah hari. Salah satu dari merekapun pergi ke kota dan pada saat itu semua orang di kota sudah menjadi mukmin. Seperti yang terdapat di ayat 18-19 dalam Surat Al Kahfi dan artinya berikut ini:
وَتَحۡسَبُهُمۡ أَيۡقَاظٗا وَهُمۡ رُقُودٞۚ وَنُقَلِّبُهُمۡ ذَاتَ ٱلۡيَمِينِ وَذَاتَ ٱلشِّمَالِۖ وَكَلۡبُهُم بَٰسِطٌ ذِرَاعَيۡهِ بِٱلۡوَصِيدِۚ لَوِ ٱطَّلَعۡتَ عَلَيۡهِمۡ لَوَلَّيۡتَ مِنۡهُمۡ فِرَارٗا وَلَمُلِئۡتَ مِنۡهُمۡ رُعۡبٗا
18. "Dan kamu mengira mereka itu bangun, padahal mereka tidur; Dan kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan diri dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi oleh ketakutan terhadap mereka."
وَكَذَٰلِكَ بَعَثۡنَٰهُمۡ لِيَتَسَآءَلُواْ بَيۡنَهُمۡۚ قَالَ قَآئِلٌ مِّنۡهُمۡ كَمۡ لَبِثۡتُمۡۖ قَالُواْ لَبِثۡنَا يَوۡمًا أَوۡ بَعۡضَ يَوۡمٖۚ قَالُواْ رَبُّكُمۡ أَعۡلَمُ بِمَا لَبِثۡتُمۡ فَٱبۡعَثُوٓاْ أَحَدَكُم بِوَرِقِكُمۡ هَٰذِهِۦٓ إِلَى ٱلۡمَدِينَةِ
فَلۡيَنظُرۡ أَيُّهَآ أَزۡكَىٰ طَعَامٗا فَلۡيَأۡتِكُم بِرِزۡقٍ مِّنۡهُ وَلۡيَتَلَطَّفۡ وَلَا يُشۡعِرَنَّ بِكُمۡ أَحَدًا
19. "Dan demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Berkatalah salah seorang di antara mereka: Sudah berapa lamakah kamu berada (disini?)." Mereka menjawab: "Kita berada (disini) sehari atau setengah hari." Berkata (yang lain lagi): "Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu untuk pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah ia membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah ia berlaku lemah-lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada seorangpun."
Pemuda yang ada di gua adalah orang-orang shalih, berkat keteguhan iman dalam kebersamaan yang mereka miliki, Ashabul Kahfi tersebutpun mampu membuat Allah SWT menolongnya dari orang-orang kafir. Kisah tersebut juga memberikan pelajaran bahwa seorang muslim harus selalu berada di tengah orang-orang yang baik dan bertakwa. Oleh karena itu, seorang Muslim harus teguh dalam menjaga keimanannya dan tetap bergaul dengan orang-orang yang baik. Demikian sebagian dari Surat Al Kahfi dan artinya. (HAI)
