Konten dari Pengguna

Surat Al-Quran Tentang Nasihat Luqman Kepada Putra-Putrinya dalam Hal Muamalah

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Luqman yang menasihati anaknya dalam hal muamalah. Foto: pexels.com/timur-weber/
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Luqman yang menasihati anaknya dalam hal muamalah. Foto: pexels.com/timur-weber/

Luqman al-Hakim merupakan sosok laki-laki yang dijadikan sebagai nama surat dalam Al-Quran. Ia dikenal akan nasihat-nasihat kepada putra-putrinya, termasuk juga dalam hal muamalah. Mengutip dari buku Fiqh Muamalah oleh Amirullah (2022:5), muamalah berasal dari kata يؼاهل-ػاهل - هؼاهلة yang artinya saling berbuat. Muamalah secara etimologi artinya saling berbuat, yang berarti hubungan kepentingan antara seseorang dengan orang lain. Sedangkan secara istilah, muamalah adalah suatu kegiatan yang mengatur hal-hal yang berhubungan dengan tata cara hidup sesama manusia. Salah satu nasihat Luqman kepada putra-putrinya dalam hal muamalah adalah larangan untuk sombong. Kenapa demikian? Berikut penjelasannya.

Bunyi Surat Alquran Tentang Nasihat Luqman Kepada Putra-Putrinya dalam Hal Muamalah

Nasihat Luqman kepada putra-putrinya dalam hal muamalah agar tidak sombong terdapat dalam Surat Luqman ayat 18 dan 19 yang berbunyi:

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ ۚ إِنَّ أَنْكَرَ الْأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ

Artinya, “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.”

Ilustrasi pesan Luqman dalam Surat Luqman ayat 18-19. Foto: pexels.com/safa/

Kesombongan adalah penyakit hati, akan tetapi dia memiliki penampakan, baik dalam bentuk ucapan, gerakan, senyuman, cara berjalan, dan lainnya. Sombong sendiri adalah penyakit dan orang yang menderitanya mendapatkan dosa besar.

Salah satu bentuk kesombongan adalah memalingkan muka saat bertemu orang. Hal ini karena ia memandang rendah atau meremehkan orang lain. Apabila bertemu dengan orang yang ia sukai atau ia anggap lebih tinggi, maka ia akan segan kepadanya.

Sedangkan larangan untuk berjalan di muka bumi dengan angkuh adalah bentuk kesombongan dengan mengungkit-ungkit kenikmatan yang ia miliki. Padahal, kenikmatan tersebut merupakan pemberian dari Allah SWT. Maka dari itu, tidaklah pantas manusia menyombongkan akan kenikmatan yang telah Allah berikan.

Setelah melarang kesombongan, Luqman memerintahkan kepada putra-putrinya untuk berjalan dengan sederhana. Artinya, ia meminta kepada putra-putrinya untuk berjalan sewajarnya saja. Jangan suka berteriak jika tidak perlu. Sebab, ucapan tinggi merupakan perilaku orang-orang yang buruk. Selain itu, suara tinggi menunjukkan perilaku keledai, yakni suaranya lebih tinggi dari perbuatannya.

Nasihat Luqman kepada putra-putrinya ini menunjukkan bahwa akhlak adalah perbuatan yang sangat penting dan tidak bisa disepelekan. Sebab, tidaklah pantas manusia merasa tinggi dari lainnya. Karena manusia memiliki derajat yang sama.(MZM)