Konten dari Pengguna

Surat Al Waqi'ah Ayat 1-10 Arab, Latin dengan Keutamaannya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Alquran, sumber: unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Alquran, sumber: unsplash

Membaca surat Al-Waqiah memiliki banyak manfaat, yang salah satu yang paling fenomenal dan terkenal adalah pembuka pintu rezeki. Selain itu rupanya surat ini juga memiliki berbagai nilai pendidikan di dalam ayat-ayatnya untuk semua orang dunia dan akhirat bagi yang membacanya.

Dalam buku Tafsir Al-Misbah yang ditulis oleh Quraish Shihab (2002:541), disimpulkan surat Al Waqiah adalah salah satu surat yang turun sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah.

Karena itulah, surat Al-Waqiah merupakan surat Makiyah, surat yang turun saat Nabi masih berada di Makkah dan belum hijrah ke Madinah. Pada artikel ini, akan di bahas keutamaa mengenai 10 ayat pertama dari Surat Al-Waqiah.

Surat Al-Waqiah Ayat 1-10

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Bismillahirohmanirrohim

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

اِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُۙ - ١

iżā waqa'atil-wāqi'ah

Apabila terjadi hari Kiamat,

لَيْسَ لِوَقْعَتِهَا كَاذِبَةٌ ۘ - ٢

laisa liwaq'atihā kāżibah

terjadinya tidak dapat didustakan (disangkal).

خَافِضَةٌ رَّافِعَةٌ - ٣

khāfiḍatur rāfi'ah

(Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain).

اِذَا رُجَّتِ الْاَرْضُ رَجًّا - ٤

iżā rujjatil-arḍu rajjā

Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya,

وَّبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّاۙ - ٥

wa bussatil-jibālu bassā

dan gunung-gunung dihancurluluhkan sehancur-hancurnya,

فَكَانَتْ هَبَاۤءً مُّنْۢبَثًّاۙ - ٦

fa kānat habā`am mumbaṡṡā

maka jadilah ia debu yang beterbangan,

وَّكُنْتُمْ اَزْوَاجًا ثَلٰثَةً ۗ - ٧

wa kuntum azwājan ṡalāṡah

dan kamu menjadi tiga golongan,

فَاَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِ ۗ – ٨

fa aṣ-ḥābul-maimanati mā aṣ-ḥābul-maimanah

yaitu golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu,

وَاَصْحٰبُ الْمَشْـَٔمَةِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْمَشْـَٔمَةِ ۗ - ٩

wa aṣ-ḥābul-masy`amati mā aṣ-ḥābul-masy`amah

dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu,

وَالسّٰبِقُوْنَ السّٰبِقُوْنَۙ - ١٠

was-sābiqụnas-sābiqụn

Dan orang-orang yang paling dahulu (beriman), merekalah yang paling dahulu (masuk surga).

Pada ayat 1 sampai ayat 6 megandung peringatan tentang hari kiamat. Selain itu, juga dijelaskan bagaimana penggambaran menganai hari kiamat, yaitu berupa guncangan yang dasyat atau gempa bumi dan gunung meletus. Menyebabkan semuanya tidak berdaya dan kelak menjadi debu yang bertebaran.

Kemudian, pada ayat 7 sampai ayat 10 manusia kelak akan di bagi menjadi tiga golongan. Ketiga golongan ini meliputi; golongan kiri (golongan sengsara), golongan kanan (golongan mulia) dan orang-orang yang dahulu beriman. (KPS)