News
·
18 Januari 2021 19:24

Surat Maryam 1-11: Terjemahan dan Hikmah yang Terkandung di Dalamnya

Konten ini diproduksi oleh Berita Terkini
Surat Maryam 1-11: Terjemahan dan Hikmah yang Terkandung di Dalamnya (116815)
Surat Maryam dalam Alquran Memiliki Hikmah yang Dapat Diambil. Foto: dok Depositphotos
Alquran yang merupakan kitab suci yang juga menjadi pedoman hukum bagi umat islam ini berisi berbagai ayat dengan berbagai isi. Beberapa ayat dalam Alquran berisi cerita tentang kisah nabi yang memiliki hikmah yang dapat dipetik untuk kehidupan sehari-hari dan sebagian lagi merupakan ayat yang berisi tentang hukum yang berlaku untuk mengatur kehidupan kita sebagai umat islam. Surat Maryam 1-11 merupakan salah satu surat yang memiliki hikmah yang dapat diambil untuk kehidupan.
ADVERTISEMENT

Surat Maryam 1-11 dan Hikmahnya

Surat Maryam 1-11: Terjemahan dan Hikmah yang Terkandung di Dalamnya (116816)
Hikmah Surat Maryam untuk Memiliki Keturunan. Foto: dok Muslim.Sg
Surat Maryam 1-11 yang merupakan surat ke-19 dalam Alquran merupakan salah satu surat yang berisi cerita Nabi Zakariya saat menanti keturunan dari Allah. Nabi Zakariya yang hampir putus asa karena tidak kunjung diberi momongan, kemudian Allah memberikannya meski kesempatan bagi Nabi Zakariya untuk memiliki keturunan hampir mustahil. Untuk dapat memahami hikmah dari surat Maryam 1-11 Anda dapat memahaminya melalui terjemahan surat Maryam 1-11 berikut ini.

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

كۤهٰيٰعۤصۤ ۚ – ١

(Kaf-Ha-Ya-‘Ain-shad)

ذِكْرُ رَحْمَتِ رَبِّكَ عَبْدَهٗ زَكَرِيَّا ۚ – ٢

Yang dibacakan ini adalah penjelasan tentang rahmat Tuhanmu kepada hamban-Nya, Zakariyya

اِذْ نَادٰى رَبَّهٗ نِدَاۤءً خَفِيًّا – ٣

(yaitu) ketika dia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut

قَالَ رَبِّ اِنِّيْ وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّيْ وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَّلَمْ اَكُنْۢ بِدُعَاۤىِٕكَ رَبِّ شَقِيًّا – ٤

Dia (Zakariyya)berkata, Ya Tuhanku sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku

وَاِنِّيْ خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِنْ وَّرَاۤءِيْ وَكَانَتِ امْرَاَتِيْ عَاقِرًا فَهَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ وَلِيًّا ۙ – ٥

Dan sungguh aku khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku, padahal istriku seorang yang mandul maka anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu

يَّرِثُنِيْ وَيَرِثُ مِنْ اٰلِ يَعْقُوْبَ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا – ٦

Yang akan mewarisi aku dan mewarisi dari keluarga Yakub. Dan jadikanlah dia, Ya Tuhanku, seseorang yang diridhai

يٰزَكَرِيَّآ اِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلٰمِ ِۨاسْمُهٗ يَحْيٰىۙ لَمْ نَجْعَلْ لَّهٗ مِنْ قَبْلُ سَمِيًّا – ٧

(Allah berfirman)Wahai Zakaria! Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan seorang anak laki-laki namanya Yahya. Yang kami belum pernah memberikan nama seperti itu sebelumnya

قَالَ رَبِّ اَنّٰى يَكُوْنُ لِيْ غُلٰمٌ وَّكَانَتِ امْرَاَتِيْ عَاقِرًا وَّقَدْ بَلَغْتُ مِنَ الْكِبَرِ عِتِيًّا – ٨

Dia (zakariyya)berkata “Ya Tuahnku, bagaimana aku akan mempunyai anak padahal istriku seseorang yang mandul dan aku sendiri sesungguhnya mencapai usia yang sangat tua?”

قَالَ كَذٰلِكَۗ قَالَ رَبُّكَ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ وَّقَدْ خَلَقْتُكَ مِنْ قَبْلُ وَلَمْ تَكُ شَيْـًٔا – ٩

Allah berfirman, demikianlah. Tuhanmu berfirman “hal itu mudah bagiku; sungguh, engkau telah Aku ciptakan sebelum itu (pada waktu itu)engkau belum berwujud sama sekali”

قَالَ رَبِّ اجْعَلْ لِّيْٓ اٰيَةً ۗقَالَ اٰيَتُكَ اَلَّا تُكَلِّمَ النَّاسَ ثَلٰثَ لَيَالٍ سَوِيًّا – ١٠

Dia (Zakaria) berkata “ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda” Allah berfirman “Tandamu ialah engkau tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal engkau sehat”

فَخَرَجَ عَلٰى قَوْمِهٖ مِنَ الْمِحْرَابِ فَاَوْحٰٓى اِلَيْهِمْ اَنْ سَبِّحُوْا بُكْرَةً وَّعَشِيًّا – ١١

Maka dia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu dia memberi isyarat kepada kaumnya ; bertasbihlah kamu pada waktu pagi dan petang

ADVERTISEMENT
Dari surat Maryam 1-11 ini dapat kita ambil hikmah dari kisah Nabi Zakariya yang hampir putus asa karena tak kunjung diberi keturunan oleh Allah. Namun di saat yang hampir mustahil bagi Nabi Zakariya, Allah memberikan jalan sehingga akhirnya Allah menghendaki Nabi Zakariya untuk memperoleh keturunan.
Hal ini menunjukan bahwa kita sebagai umat manusia dan hamba-Nya Allah harus berpasrah diri kepada Allah setelah melakukan usaha yang kita mampu lakukan untuk mencapai tujuan yang kita mau. Selain itu, dalam surat Maryam 1-11 ini juga kita ditunjukkan bahwa Allah adalah Dzat Yang Maha Kuasa sehingga tiada satu hal pun yang dapat menghambat Allah jika Allah sudah menghendaki pada sesuatu. Maka dari itu kita sebagai hamba Allah tidak boleh putus asa dan meyakini serta husnudzan bahwa pertolongan Allah akan datang tepat waktu. (DA)
ADVERTISEMENT