Susunan Acara Tedak Siten dalam Tradisi Kejawen dan Ciri Khasnya

Konten dari Pengguna
4 Agustus 2022 21:30
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Susunan Acara Tedak Siten. Foto: dok. Kelly Sikkema (Unsplash.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Susunan Acara Tedak Siten. Foto: dok. Kelly Sikkema (Unsplash.com)
ADVERTISEMENT
Upacara tedak siten dikenal sebagai salah satu tradisi kejawen yang hingga saat ini masih banyak dilakukan masyarakat, khususnya di daerah Jawa. dalam pelaksanaan upacara tedak siten, tentunya terdapat susunan acara yang perlu diperhatikan. Agar tak salah, berikut ini adalah susunan acara tedak siten lengkap dengan tata caranya yang perlu diperhatikan.
ADVERTISEMENT

Susunan Acara Tedak Siten Lengkap dengan Tata Caranya

Indonesia yang dikenal sebagai negara dengan kekayaan budaya yang melimpah membuat Indonesia memiliki daya tarik tersendiri. Kekayaan budaya di Indonesia ini dapat kita lihat dari beragamnya upacara adat dan tradisi khas masyarakat setempat yang masih dijalankan hingga saat ini. Salah satu upacara adat yang masih dijalankan hingga saat ini adalah upacara tedak siten.
Apa itu upacara tedak siten?
Pembahasan mengenai upacara tedak siten dipaparkan secara ringkas dalam buku berjudul Kuliner Surakarta: Mencipta Rasa Penuh Nuansa yang disusun oleh Murdijati Gardjito, Shinta Teviningrum & Swastika Dewi (2018: 62) yang memaparkan bahwa upacara Tedak Siten (injak kaki) adalah upacara kaki si bayi diinjakkan ke tanah untuk pertama kali.
Ilustrasi Susunan Acara Tedak Siten. Foto: dok. Wes Hicks (Unsplash.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Susunan Acara Tedak Siten. Foto: dok. Wes Hicks (Unsplash.com)
Lebih lanjut, dalam buku tersebut juga dijelaskan bahwa upacara tedak siten merupakan bentuk pengharapan orang tua terhadap buah hatinya, yaitu agar buah hatinya mampu melangkah menjalani kehidupan dan mengatasi semua tantangan hidup dengan lancar dan sukses. Upacara dilakukan saat bayi berusia tujuh lapan atau 245 hari. Upacara ini sekaligus sebagai penghormatan terhadap siti atau bumi.
ADVERTISEMENT
Seperti upacara adat dan tradisi lainnya, upacara tedak siten juga memiliki susunan acara yang mencakup tata caranya. Dalam buku berjudul Indonesia Nan Indah: Upacara Adat yang ditulis oleh Maryani, ‎Herni Rahayu (2020: 14) memaparkan bahwa upacara tedak siten atau mudon lemah merupakan suatu upacara adat yang menandakan anak tersebut diperbolehkan menginjak (tedak) tanah/bumi (siti). Biasanya upacara tedak siten diselenggarakan di halaman rumah.
Berikut ini tata cara pelaksanaan tedak siten dan susunan acaranya.
Ilustrasi Susunan Acara Tedak Siten. Foto: dok. Laura Fuhrman (Unsplash.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Susunan Acara Tedak Siten. Foto: dok. Laura Fuhrman (Unsplash.com)
  • Anak dibimbing berjalan (dititah) dengan kaki menginjak-injak jadah yang berjumlah tujuh warna.
  • Kemudian anak tersebut dinaikkan ke tangga yang terbuat dari tebu wulung.
  • Setelah itu, anak dimasukkan ke dalam kurungan ayam dan dibebaskan memilih barang yang disukainya. Kemudian ibu menyebarkan uang receh untuk para tamu yang hadir.
  • Setelah selesai, anak tersebut dimandikan dengan bunga setaman.
  • Setelah mandi, anak dikenakan pakaian baru yang bagus dan didudukkan pada tikar atau karpet. Di sekitar anak diletakkan barang yang tadinya ada di dalam kurungan ayam dan pandu anak untuk memilih salah satu barang tersebut
ADVERTISEMENT
Itu dia sederet susunan acara tedak siten lengkap dengan tata caranya yang dapat Anda jadikan sebagai panduan dalam menyelenggarakan upacara tedak siten untuk buah hati Anda. (DAP)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020