Susunan Laporan Kegiatan Bahasa Sunda dan Poin Penting di Dalamnya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Laporan kegiatan bahasa Sunda merupakan salah satu pembahasan yang dikaji dalam pelajaran Bahasa Sunda di bangku sekolah, baik sekolah dasar maupun sekolah menengah. Untuk mengetahui bagaimana susunan laporan kegiatan bahasa Sunda, mari kita simak pemaparan lengkap berikut ini.
Susunan Laporan Kegiatan Bahasa Sunda Lengkap
Dalam pelajaran Bahasa Sunda, kita banyak menemukan materi belajar yang membahas tentang cara menulis dan menyusun tulisan, salah satunya laporan kegiatan. Sama seperti pelajaran Bahasa Indonesia, dalam pelajaran Bahasa Sunda kita juga mempelajari secara rinci tentang penyusunan laporan. Apa itu laporan?
Pengertian laporan secara umum dipaparkan secara rinci dalam buku berjudul Superlengkap Bahasa Indonesia SMP yang disusun oleh Gita Romadhona, Widyawati Oktavia (2011: 261) yang memaparkan bahwa laporan berisi tentang deskripsi kegiatan yang telah dilakukan atau peristiwa yang pernah dialami. Tulisan laporan berisi susunan sejumlah kejadian atau peristiwa yang disusun berdasarkan urutan waktu. Susunan seperti itu disebut kronologi.
Laporan kegiatan tersebut perlu disusun secara objektif dan berdasarkan fakta. Sebagaimana yang dipaparkan dalam buku berjudul Ayo Belajar Berbahasa Indonesia yang disusun oleh Muh. Darisman , S. Pd., Sumaryati. S.Pd., Isma B. Soekoto (2007: 78) yang menyebutkan bahwa laporan adalah pemberitahuan atau penyampaian suatu hasil kegiatan secara objektif sesuai kenyataan yang sebenarnya.
Lebih lanjut, dalam buku tersebut juga dibahas poin penting yang perlu diperhatikan dalam menyusun laporan seperti penggunaan kalimat dalam laporan perlu disusun secara singkat dan jelas. Bahasanya sederhana dan mudah dipahami.
Tak hanya itu, dalam buku tersebut juga tertulis bahwa berdasarkan isinya, laporan dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu laporan kegiatan, laporan keadaan, laporan kejadian atau peristiwa, laporan hasil perjalanan, laporan hasil rapat, laporan hasil seminar, dan laporan penelitian.
Secara umum, laporan memiliki susunan yang sistematis. Hal ini juga berlaku bagi laporan kegiatan bahasa sunda. Berikut ini adalah susunan laporan kegiatan secara umum:
Judul yang berisi nama kegiatan
Pendahuluan yang memuat latar belakang dan tujuan kegiatan
Isi yang mencakup jenis kegiatan, peserta kegiatan, waktu dan tempat kegiatan, pelaksanaan dan hasil kegiatan.
Penutup berisi kesimpulan dan lampiran yang diperlukan
Sedangkan dalam bahasa sunda, susunan laporan kegiatan terbagi menjadi:
Judul kegiatan
Tujuan kegiatan
Pamilon
Tempat jeung waktu kegiatan
Anggaran waragad
Panutup
Pemaparan lengkap mengenai susunan laporan kegiatan bahasa Sunda ini dapat Anda jadikan sebagai panduan dalam menyusun laporan kegiatan dalam bahasa Sunda sesuai dengan kaidah penyusunan yang berlaku. (DAP)
