Susunan Panitia Kongres Pemuda 2 yang Berlangsung pada 27–28 Oktober 1928

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumpah Pemuda merupakan salah satu bukti sejarah perjuangan pemuda Indonesia dalam meraih kemerdekaan dan memperjuangkan hak-haknya. Oleh karena itulah, dalam prosesnya, kala itu para pemuda membentuk susunan panitia Kongres Pemuda 2.
Tentu saja susunan panitia ini berbeda dengan pelaksanaan Kongres Pemuda 1. Jadi, penting bagi siswa yang sedang belajar sejarah Indonesia untuk mengetahui susunan panitia tersebut.
Susunan Panitia Kongres Pemuda 2
Mengutip dari buku Kebut 1 Malam Simulasi TKD & TKB CPNS, Tim Penyusun Latihan Soal CPNS (2012:154), berikut ini adalah susunan panitia Kongres Pemuda 2 yang berlangsung pada tanggal 27-28 Oktober 1928.
Ketua: Sugondo Djojopuspito (PPPI)
Wakil Ketua: R.M. Joko Marsaid (Jong Java)
Sekretaris: Muhammad Yamin (Jong Sumatranen Bond)
Bendahara: Amir Sjarifudin (Jong Bataks Bond)
Pembantu I: Johan Mohammad Cai (Jong Islamieten Bond)
Pembantu II: R. Katjasoengkana (Pemuda Indonesia)
Pembantu III: R.C.I. Sendoek (Jong Celebes)
Pembantu IV: Johannes Leimena (Jong Ambon)
Pembantu V: Mohammad Rochjani Su'ud (Pemuda Kaum Betawi)
Selain itu, dalam Kongres Pemuda 2, juga turut hadir WR Supratman yang memainkan lagu Indonesia Raya dengan alunan biolanya. Lagu ini juga dinyanyikan untuk pertama kalinya oleh Dolly Salim yang merupakan putri dari Haji Agus Salim dalam Kongres Pemuda 2.
Tak hanya para panitia, Kongres Pemuda 2 dihadiri oleh para utusan berbagai organisasi pemuda yang ada di tanah air. Beberapa di antaranya seperti, Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI), Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Bataks Bond, Jong Islamieten Bond, Pemuda Indonesia, Jong Celebes, Jong Ambon, Katholikee Jongelingen Bond, Pemuda Kaum Betawi, Sekar Rukun, dan lainnya.
Kemudian ada juga beberapa perwakilan pemuda peranakan kaum Tionghoa yang ada di Indonesia. Beberapa di antaranya, yakni Oey Kay Siang, John Lauw Tjoan Hok, dan Tjio Djien Kwie. Akan tetapi, asal organisasi atau perhimpunan mereka masih belum diketahui.
Meski begitu, peran peranakan Tionghoa dalam Kongres Pemuda 2 cukup besar. Bahkan gedung yang digunakan untuk membacakan teks Sumpah Pemuda merupakan asrama pelajar milik peranakan Tionghoa bernama Sie Kok Liong.
Baca Juga: Tujuan Para Pemuda Indonesia Melakukan Sumpah Pemuda
Demikian informasi mengenai susunan panitia Kongres Pemuda 2 dan tokoh-tokoh lain yang hadir dalam acara tersebut. (Anne)
