Syair Lagu Indonesia Raya dan Sejarah Penciptaannya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Syair lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan setiap upacara bendera dan acara-acara formal tertentu merupakan lagu kebangsaan Indonesia yang memiliki sejarah panjang dalam penciptaannya. Berikut ini adalah syair lagu Indonesia Raya lengkap dengan sejarah penciptaannya yang perlu kita ketahui.
Syair Lagu Indonesia Raya 3 Stanza dan Sejarahnya
Wage Rudolf Supratman merupakan sosok komposer Indonesia yang berjasa dalam penciptaan syair lagu Indonesia Raya. Lagu yang dikumandangkan dalam berbagai acara resmi ini pertama kali dinyanyikan dan diperdengarkan pada tanggal 28 Oktober 1928, tepatnya saat penyelenggaraan Kongres Pemuda II.
Berdasarkan buku berjudul UUD 1945 & Perubahannya yang disusun oleh Redaksi Bmedia, Rudi, Dini (2017:57) Syair lagu Indonesia Raya yang pertama kali diperdengarkan pada saat Kongres Pemuda II tanggal 28 Oktober 1928 diresmikan sebagai lagu kebangsaan perlambang persatuan bangsa setelah dikumandangkan saat proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.
Wage Rudolf Supratman atau yang juga dikenal dengan WR Supratman ini menciptakan syair lagu Indonesia Raya dalam 3 stanza. Mulanya lagu ini ditulis dengan ejaan lama. Namun seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan pembaruan aturan tata bahasa serta ejaan, syair lagu Indonesia raya mengalami penyempurnaan untuk mempermudah kita dalam membaca dan menyanyikannya. Berikut ini adalah syair lagu Indonesia Raya lengkap 3 stanza yang perlu Anda ketahui:
INDONESIA RAYA
Stanza I
Indonesia tanah airku,
Tanah tumpah darahku,
Di sanalah aku berdiri,
Jadi pandu ibuku.
Indonesia kebangsaanku,
Bangsa dan tanah airku,
Marilah kita berseru,
Indonesia bersatu.
Hiduplah tanahku,
Hiduplah negeriku,
Bangsaku, Rakyatku, semuanya,
Bangunlah jiwanya,
Bangunlah badannya,
Untuk Indonesia Raya.
Stanza II
Indonesia, tanah yang mulia,
Tanah kita yang kaya,
Di sanalah aku berdiri,
Untuk selama-lamanya.
Indonesia, tanah pusaka,
Pusaka kita semuanya,
Marilah kita mendoa,
Indonesia bahagia.
Suburlah tanahnya,
Suburlah jiwanya,
Bangsanya, Rakyatnya, semuanya,
Sadarlah hatinya,
Sadarlah budinya,
Untuk Indonesia Raya.
Stanza III
Indonesia, tanah yang suci,
Tanah kita yang sakti,
Di sanalah aku berdiri,
Jaga ibu sejati.
Indonesia, tanah berseri,
Tanah yang aku sayangi,
Marilah kita berjanji,
Indonesia abadi.
Selamatlah rakyatnya,
Selamatlah putranya,
Pulaunya, lautnya, semuanya,
Majulah Negerinya,
Majulah pandunya,
Untuk Indonesia Raya.
Refrain
Indonesia Raya,
Merdeka, merdeka,
Tanahku, negeriku yang kucinta!
Indonesia Raya,
Merdeka, merdeka,
Hiduplah Indonesia Raya.
Pemaparan singkat mengenai sejarah penciptaan syair lagu Indonesia Raya lengkap dengan syair lengkapnya dapat Anda jadikan sebagai pengetahuan tambahan yang dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air. Semoga bermanfaat. (DAP)
