Syarat-syarat Masuk ke Tempat Suci Agama Hindu yang Wajib Diketahui

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Era modern seperti sekarang membuat banyak kemajuan dan perubahaan di semua aspek kehidupan, termasuk banyak tempat ibadah yang dijadikan sebagai objek wisata. Jika sedang liburan, wisatawan harus tahu syarat-syarat masuk ke tempat suci agama Hindu.
Bagi yang sedang liburan ke Bali tentunya ada banyak tempat ibadah umat Hindu yang bisa dikunjungi. Tempat ibadah tersebut memiliki daya tarik tersendiri, mulai dari pemandangan hingga arsitekturnya.
Syarat-syarat Masuk ke Tempat Suci Agama Hindu
Dikutip dari laman resmi Ditjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI, bimashindu.kemenag.go.id, pura adalah tempat ibadah bagi umat Hindu.
Di Indonesia, pura banyak ditemukan di Pulau Bali. Namun, ada juga di daerah lain, seperti Sumatra Selatan, Jawa Tengah, dan Jakarta.
Pura biasanya dibangun dengan arsitektur khas Bali, yang terdiri dari beberapa bagian, seperti candi bentar (pintu gerbang), bale kulkul (menara lonceng), bale gong (tempat alat musik), padmasana (tempat duduk Dewa), dan meru (pagoda bertingkat).
Untuk memasuki pura, ada beberapa syarat dan aturan yang harus dipenuhi oleh siapa saja, baik umat Hindu maupun non-Hindu. Berikut ini adalah syarat-syarat masuk ke tempat suci agama Hindu.
1. Suci secara Fisik
Suci secara fisik artinya tubuh harus bersih dan sehat. Perempuan yang sedang haid atau nifas tidak diperbolehkan masuk ke pura. Selain itu, orang yang sedang sakit atau luka juga sebaiknya tidak masuk ke pura, untuk menghindari penularan atau pencemaran.
2. Suci secara Psikis
Suci secara psikis artinya jiwa harus tenang dan damai. Orang dengan gangguan kejiwaan sebaiknya tidak masuk ke pura untuk keamanan bersama.
3. Mengenakan Pakaian yang Pantas
Pakaian yang pantas artinya pakaian yang sopan dan rapi. Umat Hindu biasanya mengenakan pakaian adat Bali, seperti kamen (kain sarung), udeng (penutup kepala), dan selendang (penutup bahu).
Bagi non-Hindu, bisa mengenakan pakaian biasa asalkan menutupi bagian tubuh yang sensitif, seperti dada, perut, dan paha. Jika tidak membawa pakaian sendiri, biasanya ada penyewaan pakaian di dekat pura.
4. Menghormati Prosesi Ibadah
Menghormati prosesi ibadah artinya tidak mengganggu atau menghina umat Hindu yang sedang beribadah. Jika ingin melihat atau mengambil foto, harus menjaga jarak dan tidak menggunakan blitz atau suara keras.
Jika ingin berdoa bersama, harus mengikuti tata cara yang berlaku, seperti membungkuk, menempelkan telapak tangan di dada, dan membaca mantra.
5. Mengikuti Petunjuk dari Pengurus Pura
Mengikuti petunjuk dari pengurus pura artinya mematuhi segala perintah atau larangan yang diberikan oleh mereka yang bertanggung jawab atas pura tersebut.
Misalnya, ada beberapa bagian pura yang hanya boleh dimasuki oleh umat Hindu tertentu, atau ada waktu-waktu tertentu yang hanya boleh digunakan untuk beribadah.
Baca juga: Perbedaan Fungsi Candi dalam Agama Hindu dan Agama Buddha
Dengan mengetahui dan menaati syarat-syarat mengunjungi tempat suci agama Hindu tersebut, maka pengunjung bisa berkunjung dengan aman dan nyaman. (WWN)
