Syarat-Syarat Pemasangan Bidai yang Sesuai Prosedur Penanganan Patah Tulang

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Syarat-syarat pemasangan bidai adalah informasi yang perlu diketahui untuk menangani patah tulang. Pembidaian merupakan pertolongan pertama pada kasus trauma yang bertujuan merawat bagian tubuh yang tidak bisa digerakkan di lokasi tempat-tempat terjadinya trauma.
Bidai merupakan alat yang terbuat dari logam, kayu, atau bahan lain yang kuat, tetapi ringan untuk imobilisasi tulang yang patah. Memahami syarat pemasangan alat tersebut sangat penting agar dapat meringankan sakit korban.
Syarat-Syarat Pemasangan Bidai
Mengutip Buku Ajar Ketrampilan Keperawatan Medikal Bedah, Anik Inayati, dkk (2023), prinsip bidai adalah menggunakan pendekatan melalui dua sendi yang berada di daerah proksimal dan distal yang mengalami kecelakaan. Syarat-syarat pemasangan bidai adalah sebagai berikut:
Bidai dibungkus agar empuk.
Bidai harus melebihi dua persendian yang patah.
Bidai harus terbuat dari bahan yang kaku, kuat, dan pipih.
Ikatan tidak boleh terlalu kencang agar tidak merusak jaringan tubuh dan tidak terlalu longgar agar berfungsi optimal.
Tujuan Pemasangan Bidai
Pemasangan bidai memiliki beberapa tujuan, di antaranya sebagai berikut:
Mengistirahatkan anggota badan yang patah.
Mencegah pergeseran atau pergerakan bagian tulang yang patah.
Mengurangi rasa nyeri pada bagian tubuh yang sakit.
Menghindari trauma jaringan lunak, terutama saraf dan pembuluh darah di bagian distal yang cedera karena pecahan ujung fragmen tulang yang tajam.
Mempermudah pembuatan foto rontgen.
Prosedur Pemasangan Bidai
Pemasangan Bidai tidak boleh dilakukan asal-asalan karena ada prosedur yang perlu diikuti. Adapun prosedur tersebut yakni sebagai berikut:
Sebelum dipasang ke bagian tubuh yang patah, bidai dibalut dengan kain pembalut terlebih dahulu untuk meminimalkan risiko pressure sore.
Jumlah ikatan harus mencukupi, mulai dari bagian atas dan bawah tulang yang patah. Setelah pembidaian dilakukan, selanjutnya anggota gerak tersebut ditinggikan.
Pemakaian bidai sebanyak 2 buah diperbolehkan, tetapi yang utama adalah 3 bidai. Hal ini karena 3 Bidai yang digunakan tersebut akan membuat tulang lebih stabil karena dapat meminimalkan pergerakan atau nyeri pada korban.
Baca juga: Mengenal Jenis Patah Tulang, Penyebab dan Cara Mengobatinya
Syarat-syarat pemasangan bidai adalah hal yang perlu diperhatikan oleh tenaga kesehatan yang bertugas menangani patah tulang. dengan penanganan yang tepat, rasa sakit bisa diminimalkan dan pasien bisa segera sembuh. (DLA)
