Syarat Terjadinya Jual Beli Menurut Ajaran Islam

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Syarat terjadinya jual beli menurut ajaran Islam diajarkan sedikit demi sejak kecil. Anak-anak diajak menyaksikan transaksi karena lebih mudah dipahami dengan praktik.
Sekolah juga mengambil peran dengan mengajarkan akad jual beli yang Islami berlandaskan sunah dan hadis. Jual beli merupakan kegiatan yang sangat penting agar tidak ada pihak yang merasa terdzolimi sehingga menimbulkan dosa.
Syarat Terjadinya Jual Beli Menurut Ajaran Islam
Dikutip dari Ekonomi Syariah, Jasri dan kawan-kawan (2023), pada materi ekonomi syariah dipelajari bahwa jual beli dalam Islam adalah suatu bentuk akad penyerahan atau menukarkan sesuatu dengan sesuatu yang lain.
Agar sesuai dengan ajaran Islam, berikut adalah dasar hukum, rukun jual beli dan syarat terjadinya jual beli yang sah.
1. Dasar Hukum Jual Beli
Hukum jual beli disyariatkan dalam QS Al-Baqarah ayat 275, yang artinya:
Padahal Allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba. Barangsiapa yang mendapat peringatan dari Tuhannya, kemudian dia berhenti, maka yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah.
2. Rukun Jual Beli
Hukum jual beli yang disepakati para ulama (Malikiyah, Syafiiyah dan Hanabilah) adalah:
Ada penjual
Ada pembeli
Ada sighat (lafaz ijab kabul)
Ada barang yang dijual dan harganya.
Ada keridhaan di kedua belah pihak.
3. Syarat Terjadinya Jual Beli yang Sah
Syarat sah terjadinya jual beli berikut ini didasarkan pada pendapat ulama Hanafiah.
Syarat terjadinya akad:
Syarat aqid (orang yang berakad): berakal dan minimal 2 orang.
Syarat akad: ahli akad, kabul sesuai ijab, ijab dan kabul bersatu.
Tempat akad harus berhubungan dengan ijab kabul.
Ma'qud alaih (obyek akad): harus ada, dimanfaatkan dan disimpan, milik sendiri, dapat diserahkan.
Syarat pelaksanaan akad:
Benda tersebut dimiliki aqid atau yang berkuasa untuk akad.
Pada benda tersebut tidak terdapat milik orang lain.
Syarat sah akad:
Syarat umum: terhindar dari kecacatan jual beli, yaitu keterpaksaan, ketidakjelasan, diburu-buru, penipuan, kemadharatan dan sebagainya.
Syarat khusus: dapat dipegang, harga jelas, serah terima dilakukan sebelum berpisah, semua syarat serah terima terpenuhi, timbangan harus tepat, barang yang diperjualbelikan sudah menjadi tanggung jawabnya.
Baca juga: Contoh Murabahah dalam Transaksi Jual Beli
Demikianlah ulasan tentang syarat terjadinya jual beli menurut ajaran Islam agar sah dan mampu melindungi hak kedua belah pihak sehingga tidak ada pihak yang terdzolimi. (LUS)
