Taaruf adalah Cara Syar'i Menjelang Pernikahan

Penulis kumparan
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Taaruf adalah cara untuk mengenal calon pasangan baik suami maupun istri berdasarkan ajaran Islam. Di dalam agama Islam, tidak ada istilah pacaran untuk mengenal sebelum menikah sebab dengan menjalin hubungan pacaran akan memungkinkan terjadinya dosa zina.
Zina tak hanya terkait dengan hubungan badan. Zina dapat meliputi seluruh panca indra, yakni:
Zina mata (ain), yaitu ketika seseorang memandang lawan jenisnya dengan perasaan senang.
Zina hati (qalbi), yaitu ketika memikirkan atau menghayalkan lawan jenis dengan perasaan senang dan bahagia.
Zina ucapan (lisan), yaitu membicarakan lawan jenis yang diikuti dengan perasaan senang.
Zina tangan (yadin), yaitu ketika dengan sengaja memegang bagian tubuh lawan jenis diikuti dengan perasaan senang dan bahagia terhadapnya.
Oleh sebab itu, berkenalan dengan pasangan melalui proses taaruf dapat meminimalisisr terjadinya zina. Orang-orang atau pasangan yang melaksanakan taaruf adalah mereka yang telah mantap dan yakin untuk menikah bukan sekedar memberi harapan dengan komitmen semu.
Taaruf Adalah Cara Syar’i
Dilansir dari Muslimahdaily.com, taaruf berasal dari kata ta’arrofa yang artinya menjadi tahu dengan asal kata ‘a-ro-fa, yakni mengenai perkenalan. Anjuran mengenai taaruf itu sendiri Allah SWT sampaikan dalam Alquran Surat Al Hujarat ayat 13 yang berbunyi,
Hai manusia! Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku lit a’ārafū (supaya kamu saling kenal) sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha mengenal”. (QS. Al-Hujurat: 13)
Adapun cara-cara untuk melakukan taaruf adalah sebagai berikut.
Membersihkan niat karena Allah. Menikah karena mencari rida-Nya.
Berupaya menjaga kesucian.
Kejujuran antara kedua belah pihak yang melaksanakan taaruf.
Membuat proposal tentang biodata diri.
Menerima atau menolak dengan cara yang baik.
Ada perantara.
Diketahui kedua orang tua dan keluarga.
Semoga taaruf Anda berjalan lancar. Ingatlah untuk selalu belajar agama langsung dari gurunya, ya! Karena mempelajari ilmu tanpa pendamping akan mendapatkan kesesatan. (AG)
