Konten dari Pengguna

Tafsir Mimpi Menurut Islam dan Penjelasannya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tafsir mimpi menurut Islam. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Tafsir mimpi menurut Islam. Foto: Pixabay

Menurut para ahli ta’bir, terdapat tiga macam mimpi, yakni

  • Peristiwa yang menggembirakan yang benar yang terjadi setelah bermimpi, dan ini tidak memerlukan penafsiran.

  • Mimpi yang batil atau permainan syaitan, yaitu mimpi yang tidak dapat diperincikan oleh orang yang bermimpi, artinya orang yang bermimpi itu tidak sanggup mengingat jalan cerita mimpi itu. Mimpi seperti ini dianggap batil dan tidak mempunyai sebarang makna atau takwil.

  • Keinginan nafsu, Mimpi seperti ini terjadi karena pengaruh fikiran seseorang. Sesuatu yang dia lakukan atau dia khayalkan siang hari atau menjelang tidurnya selalu menjelma ketika tidurnya.

Tafsir Mimpi dalam Islam

Islam menjadikan mimpi sebagai hal yang bermakna dan menarik seseorang pada nilai keimanan dan memiliki bentuk nyata dalam kehidupan karena mimpi tidak terjadi dengan sendirinya. Mimpi juga bukanlah semata-mata aktivitas indrawi, pengendapan cita-cita, kelanjutan berpikir apa lagi problem seksual dan nafsu.

Islam menjadikan mimpi sebagai salah satu mulainya taklif hukum yang diistilahkan dengan awal baligh, dan bisa jadi petunjuk atas sebuah kisah yang penuh ibrah bagi rekonstruksi Iman.

Selain merupakan wahyu permulaan mimpi juga merupakan satu-satunya yang tertinggal dari kenabian seperti pada riwayat-riwayat berikut: Tidak tertinggal dari Kenabian kecuali mimpi yang baik yang dilihat seorang hamba atau diperlihatkan kepadanya. (An–Nasai, Sunan an-Nasai bisyarhi as-Suyuthi: 1420 h, juz 2 :534)

Imam Ahmad mengeluarkan dalam musnadnya hadis yang berbunyi: Bersabda Rasulullah SAW tidak ada kenabian sepeninggal aku kecuali kabar gembira sahabat bertanya kepada Rasulullah apa kabar gembiranya? Beliau menjawab mimpi yang baik atau mimpi yang shalih. (Ahmad bin Hanbal: 24524)

Dalam hadis yang lain diriwayatkan dari Anas bin Malik ra. bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda: "mimpi baik orang saleh adalah satu dari empat puluh enam bagian kenabian (AlAsqalani, Fathu al-Bari: 12 508)

Demikian, semoga bermanfaat. (adelliarosa)