Konten dari Pengguna

Tafsir Surat Al Baqarah Ayat 10 tentang Penyakit dalam Hati

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi laki-laki membaca Surat Al Baqarah ayat 10. Foto: freepik.com/fekrti
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi laki-laki membaca Surat Al Baqarah ayat 10. Foto: freepik.com/fekrti

Sebagai mukjizat terbesar Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, Al-Quran menjadi kitab yang menjadi pedoman utama umat Islam. Al-Quran berisikan tentang akidah, ibadah, hukum, sejarah, akhlak, sampai pengetahuan. Misalnya yang dijelaskan dalam Surat Al Baqarah ayat 10.

Tafsir Surat Al Baqarah Ayat 10

Dalam susunan surat dalam Al-Quran, Surat Al Baqarah menempati urutan kedua dan menjadi surat terpanjang. Sebab surat yang memiliki arti sapi betina ini terdiri dari 286 ayat.

Surat Al Baqarah berisikan tentang kisah penciptaan Nabi Adam ‘alaihissallam, pembangkangan setan, kisah Bani Israil yang keras kepala, kisah pergantian kiblat, dan lainnya.

Dikutip dari buku Tafsir Ibnu Katsir karya Ismail bin Katsir (2018),

فِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌ فَزَادَهُمُ ٱللَّهُ مَرَضًا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌۢ بِمَا كَانُوا۟ يَكْذِبُونَ

Artinya, Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.

Ilustrasi Al-Quran Surat Al Baqarah ayat 10. Foto: freepik.com/rawpixel-com

Fazadahumullahu maradan atau penyakit hati adalah penyakit dalam masalah agama, bukan penyakit tubuh. Mereka yang mempunyai penyakit ini adalah orang-orang munafik, sedangkan penyakit tersebut adalah berupa keraguan. Lalu Allah tambahkan penyakitnya, yakni keraguannya.

Penyakit hati yang dihinggapi dengan keraguan terhadap kebenaran serta diliputi kemunafikan. Sikap ragu dan munafik ini, apabila secara terus menerus dilakukan, pada akhirnya akan menutup pintu hidayah.

Dari tafsir di atas menjelaskan bagwa sakit hati disebabkan karena sejumlah penyakit dalam diri seseorang, seperti: keraguan, kemunafikan, kebodohan, serta kedengkian.

Untuk mengobati hati yang sakit ini, mula-mula seseorang harus melakukan proses takhalli, yaitu mengosongkan hati atau membersihkannya dari penyakit-penyakit yang dideritanya. Caranya adalah melakukan sesuatu atau bersikap yang sebaliknya.

Jika manusia sering dihinggapi keraguan, maka harus berusaha untuk menguatkan keyakinan dalam diri. Jika di dalam dirinya masih ada sikap iri dan dengki, maka yang harus dilakukan adalah berusaha menghadirkan rasa syukur setiap saat. Jika masih tersimpan dendam dalam hati walupun sedikit saja, maka yang harus dilakukan adalah membuka pintu hati untuk memaafkan orang lain.

Demikian pejelasan tentang Surat Al Baqarah ayat 10 yang berisikan penyakit dalam hati. Semoga kita terhindar dari penyakit yang satu ini agar Allah SWT selalu membuka pintu hidayah-Nya. (MZM)