Konten dari Pengguna

Tahapan Memberikan Urutan Instruksi pada Perangkat Komputer dengan Algoritma

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi untuk memberikan urutan instruksi pada perangkat komputer maka algoritma akan diterjemahkan menjadi. Sumber: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi untuk memberikan urutan instruksi pada perangkat komputer maka algoritma akan diterjemahkan menjadi. Sumber: pexels.com

Pemrograman pada komputer adalah hal yang penting untuk dinikmati. Adapun untuk memberikan urutan instruksi pada perangkat komputer, maka algoritma akan diterjemahkan menjadi kode program.

Pemahaman terhadap kode program ini menjadi hal yang sangat penting. Pasalnya, penulisan kode program yang tepat akan berpengaruh terhadap instruksi perangkat komputer.

Untuk Memberikan Urutan Instruksi pada Perangkat Komputr, maka Algoritma akan Diterjemahkan menjadi Kode Program, Ini Penjelasannya

Ilustrasi untuk memberikan urutan instruksi pada perangkat komputer maka algoritma akan diterjemahkan menjadi. Sumber: pexels.com

Mengutip dari Buku Ajar Pengantar Ilmu Komputer, Iwan Tri Bowo, Fajar Indra Kurniawan, Andi Nur Rachman (2024:11), untuk memberikan urutan instruksi pada perangkat komputer, maka algoritma akan diterjemahkan menjadi kode program.

Algoritma adalah urutan aksi untuk menyelesaikan masalah yang disusun secara sistematis dan logis. Selain itu, algoritma juga dapat diartikan sebagai urutan logis yang digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah.

Adapun ciri-ciri algoritma pemrograman yang bisa membedakannya teknik pemrograman dalam menyelesaikan suatu masalah adalah sebagai berikut.

1. Keterbatasan atau Finiteness

Keterbatasan adalah algoritma yang harus berakhir setelah mengerjakan sejumlah langkah proses. Algoritma yang sedang mengerjakan sebuah proses ataupun langkah memiliki sifat terbatas, maka ia harus menghentikan apa yang sedang dikerjakan.

Jadi, program yang tidak pernah berhenti atau tidak ada batasnya adalah program dengan berisi algoritma yang salah. Oleh karena itu, algoritma harus memiliki ciri finiteness.

2. Masukan atau Input

Algoritma bisa memiliki nol atau lebih masukan (input). Masukan merupakan besaran nilai yang diberikan kepada algoritma sebelum dimulai bekerja.

Misalnya, algoritma Z memiliki dua buah masukan 'A' dan 'B', algoritma Y memiliki masukan dari algoritma 'C', atau algoritma X yang tidak mempunyai input sama sekali.

3. Keluaran atau Output

Keluaran merupakan besaran nilai yang mempunyai hubungan dengan masukan (input). Keluaran tersebut tentunya harus berupa solusi atau penyelesaian dari suatu masalah.

Contohnya, seperti sebuah algoritma yang berfungsi untuk menghitung sebuah luas persegi. Ketika diberi input 4, maka outputnya harus 16.

4. Kepastian atau Definiteness

Kepastian merupakan urutan langkah yang dibuat harus jelas dan juga sesuai dengan tujuan. Jadi, setiap urutan harus didefinisikan secara tepat dan tidak berarti ganda. Artinya, pembaca harus mengerti apa tujuan yang dimaksud.

5. Keefektivitasan atau Effectiveness

Algoritma tentu harus efektif, sehingga urutan algoritma dikerjakan dalam waktu yang wajar. Jadi, setiap urutan atau langkah harus sesederhana mungkin, sehingga bisa dikerjakan dalam sejumlah waktu yang relatif efisien dan masuk akal.

Suatu algoritma bisa dikatakan efisien apabila waktu proses dari algoritma relatif lebih singkat dan juga penggunaan memorinya lebih sedikit.

6. Terstruktur atau Structured

Algoritma pemrograman harus terstruktur. Jadi, urutan baris langkah yang digunakan harus disusun secara sistematis. Hal ini akan memperlihatkan bagian dari proses tersebut bisa dibedakan secara jelas, seperti input, proses, atau output.

Baca Juga: Fungsi Monitor dan Perangkat Output Komputer Lainnya

Jadi, kesimpulannya adalah untuk memberikan urutan instruksi pada perangkat komputer, maka algoritma akan diterjemahkan menjadi kode program. (Anne)