Konten dari Pengguna

Tahapan Metabolisme Endergonik dalam Proses Glikolisis Energi

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi keringat keluar setelah mengeluarkan energi. Foto: unsplash.com/nate_dumlao
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi keringat keluar setelah mengeluarkan energi. Foto: unsplash.com/nate_dumlao

Setiap makhluk hidup selalu membutuhkan energi. Hal ini dikarenakan energi digunakan untuk beraktifitas. Salah satu reaksi kimia dalam merubah makanan menjadi energi adalah glikolisis. Dalam proses glikolisis, terdapat dua reaksi yaitu reaksi endergonik dan reaksi eksergonik. Lantas, bagaimana tahapan metabolisme enderginik dalam proses glikolisis dalam membentuk energi?

Pengertian Proses Glikolis

Mengutip buku Pengantar Kimia: Buku Panduan Kuliah Mahasiswa Kedokteran dan Program Strata I Fakultas Bioeksakta oleh Damin Sumardjo (2009:249), glikolisis adalah proses penguraian karbohidrat (glikogen atau glukosa) menjadi asam piruvat. Glikolisis terjadi di dalam protoplasma dan sering disebut jalur metabolisme Embden Meyerhof (Embden-Mnyerhof pathuny).

Glikolisis terjadi pada sel mikroorganisme, tumbuhan, dan hewan melalui 10 tahap reaksi. Proses ini terjadi di sitoplasma dengan bantuan 10 jenis enzim yang berbeda. Pada proses glikolisis terjadi dua reaksi yaitu reaksi endergonik yaitu reaksi yang memerlukan energi, dan reaksi eksergonik yaitu reaksi yang melepaskan energi.

Pengertian Endergonik

Reaksi endergonik adalah reaksi yang membutuhkan energi. Reaksi endergonik terjadi tidak secara spontan. Artinya, proses ini membutuhkan usaha atau masukan gaya, seringkali dalam bentuk energi bagi mereka untuk memulai. Terkadang energi awal yang diperlukan untuk dapat memulai reaksi adalah semua energi yang dibutuhkan, sementara lain waktu reaksi terus menyerap energi sepanjang seluruh proses.

Ciri-Ciri Reaksi Endergonik

Reaksi endergonik atau reaksi nonspontan membutuhkan lebih banyak energi daripada yang didapatkan.

  • Reaksi endergonik menyerap energi dari lingkungannya.

  • Ikatan kimia yang terbentuk dari reaksi lebih lemah dari pada ikatan kimia yang putus.

  • Energi bebas sistem meningkat. Perubahan pada Energi Bebas Gibbs standar dari reaksi endergonik adalah positif.

  • Perubahan entropi menurun.

  • Reaksi endergonik tidak terjadi secara spontan.

  • Jika suhu lingkungan menurun, reaksinya adalah endotermik.

Ilustrasi makanan yang dibutuhkan dalam membuet energi. Foto: unsplash.com/louishansel

Proses Glikolisis Tahap Endergonik

Pada peristiwa glikolisis adalah pengubahan molekul sumber energi yakni glukosa yang mempunyai 6 atom C menjadi senyawa yang lebih sederhana, yakni asam piruviat yang mempunyai 3 atom C.

Urutan proses terjadinya proses awal endergonik yakni:

  • Glukosa diubah menjadi glukosa, 6-fosfat disertai pemecahan ATP menjadi ADP. ATP perlu dipecah menjadi ADP yang dibutuhkan sumber energi.

  • Glukosa 6-fosfat diubah menjadi fruktosa 6-fosfat.

  • Fruktosa 6-fosfat berubaj menjadi fruktosa 1,6-bifosfat diikuti pemecahan ATP menjadi ADP.

  • Fruktosa 1,6-bifosfat (6C) dipecah menjadi 1 molekul gliseraldehid 3-fosfat atau PGAL (3C) dan 1 molekul dihidroksiaseton fosfat atau DHAP (3 C). perubahan molekul DHAP menjadi senyawa PGAL membentuk 2 molekul PGAL.

  • Molekul PGAL diubah menjadi senyawa 1,3-bifosfogliserat dengan mengikat Pi (fosfat organik), di mana setiap 1 molekul PGAL menghasilkan 1 NADH.

  • 1,3-bifosfogliserat diubah menjadi 3-fosfogliserat dan menghasilkan ATP sebagai sumber energi.

  • 3-fosfogliserat diubah menjadi 2-fosfogliserat.

  • 2-fosfogliserat diubah menjadi senyawa fosfoenolpiruvat (PEP).

  • Fosfoenolpiruvat diubah menjadi asam piruvat disertai pembentukan ATP.

Pada proses glikolis di atas, setiap molekul glukosa menghasilkan 4 molekul ATP dan 2 molekul yang terbentuk digunakan untuk beberapa reaksi kimia yang bersifat endergonik. Sehingga, total ATP yang dihasilkan pada reaksi glikolisis adalah sebanyak 8 ATP, tepatnya 2 dari fosforilasi tingkat substrat dan 6 dari oksidasi 2 NADH pada fosforilasi oksidatif.

Itulah penjelasan tentang tahapan metabolime edergonik dalam proses glikolisis dalam membentuk energi. Ternayata, energi yang kita gunakan dalam setiap aktivitas harus melalui proses yang sangat panjang.(MZM)