Tahapan Pendidikan dan Syarat Menjadi Pilot Wanita

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Banyak orang menganggap menjadi pilot wanita adalah hal yang keren, tapi tahukah Anda apa saja syarat menjadi pilot wanita tersebut?
Pilot wanita merupakan pengemudi pesawat terbang wanita. Secara otomatis, profesi ini menuntut adanya keahlian dalam mengemudikan pesawat terbang. Seorang pilot wanita pun perlu mendapatkan validasi yaitu dengan mendapatkan ijazah sebagai pilot di sekolah penerbangan
Untuk lulus dari sekolah penerbangan dan mendapatkan sertifikasi terbang Anda perlu usaha yang keras dan menguasai skill yang dibutuhkan.
Syarat Menjadi Pilot Wanita
Sebelum mendaftarkan diri ke sekolah penerbangan, sebaiknya Anda pahami dulu mengenai syarat menjadi pilot wanita berikut ini.
Usia dari 18 Tahun Sampai 26 Tahun
Memahami Bahasa Inggris dengan Baik
Tinggi Badan Minimal 160
Lulusan SMA atau SMK
Tidak Buta Warna
Tidak Memiliki Riwayat Penyakit Kronis
Bebas Narkoba
Tidak Menggunakan Kacamata
Tidak Bertato
Melengkapi Dokumen
Memiliki skor TOEIC (Test of English for International Communication) minimal 400
Lolos medex (medical examination) 1 atau 2 berupa cek laboratorium, tes audiometri, cek gigi, cek mata, rontgen, ECG, dan EEG.
Tahapan Pendidikan Sebagai Pilot Wanita
Mengutip dari buku Angkasa, Angkatan Udara Indonesia, setelah lolos dari semua syarat menjadi pilot wanita, Anda akan masuk ke dalam sekolahnya. Berikut tahapan yang perlu dijalani sebelum bisa mendapatkan lisensi penerbangan atau pilot license.
1.Seleksi Awal untuk Menjadi Taruni
Setelah mendaftar dan melengkapi berkas, Anda tidak serta merta diterima sebagai taruni.
Ada tes yang harus dijalani terlebih dahulu berupa:
Tes potensi akademik
Tes kemampuan dasar
Tes kebugaran
Tes teori penerbangan
Tes bakat terbang
Wawancara
2. Ground School
Calon pilot wanita kemudian akan memasuki tahapan ground school. Anda akan mendapat pembekalan berupa teori terlebih dahulu sebelum mulai berlatih menerbangkan pesawat.
3. Simulasi dan Solo Flight
Setelah 3-5 bulan menjalani ground school, para calon pilot akan mulai melakukan simulasi terbang dengan didampingi professional flight instructor.
Jika fase simulasi sudah selesai, nantinya akan ada praktik lapangan dengan dan tanpa instruktur.
4. Lisensi Penerbangan
Sebagai calon pilot, setelah memenuhi syarat menjadi pilot wanita dan menjalani tahapan pendidikannya, nantinya Anda akan mengantongi Student Pilot License (SPL). Lisensi tersebut hanya bisa digunakan untuk pendidikan, bukan untuk lisensi pilot profesional.
Lantaran itulah, biasanya saat pendidikan sudah selesai dan jam terbang cukup, ada tes lainnya yang harus diikuti untuk mendapat lisensi terbang. (DNR)
