Tahapan Pertama dalam Kritik Seni Rupa dan Penjelasannya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam kehidupan bermasyarakat, kita bebas untuk memberi kritik dan saran terhadap suatu hal sesuai dengan konteksnya. Kritik seni merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memberikan tanggapan terhadap sebuah karya seni. Adapun tujuan dari kritik seni adalah untuk menunjukkan kelebihan dan kekurangan dari karya seni tersebut. Selain itu, kritik seni juga berfungsi untuk menunjukkan kualitas dari sebuah karya seni, meningkatkan pemahaman akan karya seni, dan sebagai bagian dari apresiasi seseorang akan karya seni.
Hasil penilaian dari seorang kritikus seni terhadap karya seni dapat mempengaruhi persepsi penikmat, bahkan juga mempengaruhi nilai jual dari karya seni tersebut. Tahapan pertama dalam kritik seni rupa adalah menganalisis keterkaitan karya yang akan dinilai dengan karya sejenis. Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai karya seni rupa dalam kesenian.
Apa Saja Tahapan Kritik Seni?
Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa kritik seni merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk memberikan tanggapan terhadap sebuah karya seni. Tujuan dari kegiatan kritik seni adalah untuk menunjukkan kualitas dari sebuah karya seni, meningkatkan pemahaman akan karya seni, dan bagian dari apresiasi seseorang akan karya seni tersebut.
Dikutip dari buku Kebudayaan, Ideologi, Revitalisasi, dan Digitalisasi Seni Pertunjukan Jawa dalam Gawai (2020: 55), berikut adalah tahapan-tahapan dalam kritik seni:
Tahapan pertama dalam kritik seni rupa adalah menganalisis keterkaitan karya yang akan dinilai dengan karya sejenis. Karya seni ditemukan dan dicatat untuk menggambarkan tentang hal-hal yang dilihat secara mentah oleh panca indra dari analisis. Hal tersebut menekankan bahwa tidak adanya pengambilan keputusan atau analisis yang dilakukan terhadap karya seni.
Tahap kedua yaitu analisis formal. Pada tahapan ini, sebuah karya seni dianalisis berdasarkan atas unsur-unsur pembentuk dan struktur formalnya. Sebagai contoh, karya seni rupa dapat dianalisis berdasarkan prinsip penempatan atau penataan sehingga mampu menghasilkan gambaran yang lebih baik.
Dalam tahap ketiga, pengkritik melakukan interpretasi dari karya seni. Tahap interpretasi ini mengacu pada penafsiran atau pemberian makna dari sebuah karya seni berdasarkan atas tema yang relevan.
Tahap keempat adalah evaluasi. Pada tahap ini, kualitas dari karya seni ditentukan dengan dibandingkan dengan karya lain yang sejenis atau yang menjadi pesaing.
Demikian penjelasan mengenai tahapan pertama dalam kritik seni rupa, yaitu menganalisis keterkaitan karya yang akan dinilai dengan karya sejenis. Semoga informasi di atas bermanfaat! (CHL)
