Konten dari Pengguna

Tahapan Umur Bumi Menurut Ilmu Geologi

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tahapan umur bumi menurut ilmu geologi,  sumber foto NASA on Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tahapan umur bumi menurut ilmu geologi, sumber foto NASA on Unsplash

Bumi merupakan salah satu planet yang memiliki kondisi paling bersahabat untuk manusia dan banyak makhluk hidup lainnya. Sebelum mencapai kondisi seperti sekarang ini ternyata bumi sudah melewati proses panjang dan tidak sebentar. Bahkan pada masa awal bumi terbentuk belum banyak makhluk hidup seperti sekarang ini. Pada artikel ini akan membahas mengenai tahapan umur bumi menurut ilmu geologi yang dibagi menjadi beberapa zaman, berikut adalah penjelasannya.

Tahapan Umur Bumi

Ilustrasi tahapan umur bumi menurut ilmu geologi, sumber foto NASA on Unsplash

Jika membahas mengenai umur bumi menurut ilmu geologi tentunya kita harus tahu terlebih dahulu mengenai teori pembentukan bumi. Dikutip dari buku Geografi SMA/MA Kelas X karya Amir Khosim dan Kun Marlina Lubis, (Grafindo) dijelaskan bahwa ada beberapa teori yang berkembang dan membahas mengenai perkembangan permukaan bumi.

Salah satu teori yang membahas perkembangan permukaan bumi adalah teori kontraksi yang mengatakan bahwa bumi telah mengalami pendinginan dalam jangka waktu yang sangat lama. Massa yang sangat panas bertemu dengan udara dingin membuatnya mengerut, zat yang berbeda-beda menyebabkan pengerutan yang tidak sama, antara tempat satu dengan tempat yang lain. Inilah salah satu penyebab mengapa daerah satu dengan daerah lainnya memiliki bentuk yang berbeda.

Setelah mengetahui teori perkembangan bumi, menurut ilmu geologi tahapan umur bumi dibagi menjadi empat zaman, yaitu zaman Arkeozoikum, Paleozoikum, Mesozoikum, dan Neozoikum atau Kenozoikum.

1. Masa Arkeozoikum

Berlangsung sekitar 2,5 miliar tahun lalu, bumi masih seperti bola panas sehingga belum ada kehidupan.

2. Masa Paleozoikum

Berlangsung sekitar 500–245 juta tahun lalu. Suhu bumi masih belum stabil, namun curah hujan cukup tinggi dan terdapat makhluk bersel satu. Paleozoikum dibagi menjadi lima periode, yaitu Kambrium (hewan-hewannya, yakni ubur-ubur dan ikan), Silur (makhluk hidupnya, yakni lumut, tanaman

vaskular, dan jenis arthropoda kecil di darat), Devon (hewan-hewannya, yakni beberapa jenis hiu dan amfibi), Karbon (mulai muncul hewan jenis reptil), dan Permian (berkembangnya hewan jenis amfibi dan hewan-hewan lain di darat dan air).

3. Masa Mesozoikum

Berlangsung sekitar 245–65 juta tahun yang lalu. Suhu bumi sudah semakin stabil dan bermunculan hewan raksasa (dinosaurus). Periode ini dibagi tiga masa, yaitu Trias (didominasi oleh jenis reptil), Jura (salah satu hewannya, yakni jenis reptilia), dan Kapur (muncul primata dan tumbuhan berbunga, periode terjadinya kepunahan massal dinosaurus). Masa ini berakhir ketika sebuah meteor menghantam bumi yang menyebabkan hampir 75% kehidupan di bumi mengalami kepunahan, sekaligus mengakhiri zaman dinosaurus.

4. Neozoikum atau Kenozoikum

Berlangsung sekitar 60 juta tahun lalu dan keadaan alam bumi semakin stabil. Masa Neozoikum terbagi menjadi dua, yakni Zaman Tersier dan Zaman Kuarter.

  • Zaman Tersier, muncul berbagai jenis mamalia, yakni sejenis kera dan monyet.

  • Zaman Kuarter, berlangsung 600.000 tahun lalu. Mulai muncul tanda-tanda kehidupan manusia purba. Zaman Kuarter dibagi menjadi dua masa, yakni Pleistosen (Diluvium) dan Holosen (Alluvium).

Demikian adalah pembahasan mengenai tahapan umur bumi menurut geologi yang dibagi ke dalam empat zaman besar. (WWN)