Tajdid: Upaya untuk Bangkit dari Keterpurukan yang Dialami oleh Umat Islam

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Upaya untuk bangkit dari keterpurukan yang dialami oleh umat Islam dilakukan dengan usaha yang dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah tajdid. Gerakan tajdid merupakan gerakan pembaruan dalam ajaran Islam.
Istilah tajdid menjadi jargon dalam gerakan-gerakan pembaruan Islam. Makna dari istilah ini penting untuk dipahami.
Upaya untuk Bangkit dari Keterpurukan yang Dialami oleh Umat Islam Dilakukan dengan Usaha yang dalam Bahasa Arab Dikenal dengan Istilah Tajdid
Mengutip dari Pengantar Teori-Teori Hukum Islam (Aplikasi Kontekstual di Indonesia), Mutakin, dkk (2023:13), pembaruan hukum Islam adalah bagian dari pembaruan Islam sendiri. Pembaruan ini disebut dengan tajdid.
Upaya untuk bangkit dari keterpurukan yang dialami oleh umat Islam dilakukan dengan usaha yang dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah tajdid. Secara etimologis, tajdid berasal dari kata jaddada yang artinya menjadikan sesuatu baru.
Tajdid adalah usaha atau gagasan yang mengandung 3 makna yang saling berkaitan. Ketiga makna tersebut adalah sebagai berikut.
Sesuatu yang diperbarui itu telah ada sebelumnya, jelas keberadaannya dan diketahui oleh manusia.
Sesuatu itu telah melewati masa tertentu sehingga mengalami kerusakan dan ketinggalan zaman.
Sesuatu itu kemudian dikembalikan seperti semula.
Dengan demikian, tajdid berarti usaha untuk mengaktualisasi sesuatu yang sebelumnya pernah aktual, namun karena adanya perkembangan zaman menjadi tidak aktual lagi. Diperlukan langkah-langkah tajdid untuk menjadikannya seperti sediakala.
Rasulullah saw. bersabda.
“Sesungguhnya Allah mengutus untuk umat ini di penghujung setiap seratus tahun, orang yang akan melakukan pembaruan (tajdid) agama untuknya.” (HR Abu Dawud)
Unsur-Unsur dalam Upaya ke Arah Tajdid
Dalam upaya ke arah tajdid, ada metode-metode ulama salaf yang harus diperhatikan. Berikut beberapa unsurnya secara garis besar.
Tajdid terhadap agama merupakan usaha untuk menghidupkan, membangkitkan, dan mengembalikan keadaannya semula seperti pada masa salaf awal.
Tajdid bertujuan untuk menjadikan hukum-hukum agama berlaku dalam segala aspek kehidupan.
Diperlukan usaha menetapkan solusi untuk setiap masalah yang muncul, menetapkan hukum untuk semua peristiwa, dan memperluas hukum agama supaya diperoleh manfaat yang sesuai dengan maksud dan tujuan agama.
Baca juga: Pengertian Ihsan secara Bahasa dan Istilah dalam Ajaran Islam
Upaya untuk bangkit dari keterpurukan yang dialami oleh umat Islam dilakukan dengan usaha yang dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah tajdid. Pembahasan mengenai tajdid tersebut bisa dibaca untuk menambah wawasan dalam agama Islam. (KRIS)
