Konten dari Pengguna

Takbir Idul Fitri versi Pendek dan Panjang Bahasa Arab, Latin, dan Terjemahannya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi takbir Idul Fitri versi panjang dan pendek. Foto: unsplash.com/haddad_azfa
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi takbir Idul Fitri versi panjang dan pendek. Foto: unsplash.com/haddad_azfa

Mengumandangkan takbir pada malam Hari Raya Idul Fitri merupakan sebuah amalan sunnah yang dianjurkan kepada setiap umat Islam. Meski demikian, banyak umat Islam yang belum mengetahui bacaan takbir Idul Fitri, baik itu versi pendek maupun panjang.

Agar tidak melewatkan kemeriahan Hari Raya Idul Fitri dan sampai meninggalkan ajaran Nabi Muhammad SAW, berikut lafadz takbir Idul Fitri versi pendek dan panjang bahasa Arab, Latin, dan terjemahannya.

Takbir Idul Fitri versi Pendek dan Panjang Bahasa Arab, Latin, dan Terjemahannya

Takbir merupakan bacaan dzikir yang perlu dibaca umat Islam setiap saat. Bacaan takbir biasanya diucapkan secara pelan atau dibaca dalam hati. Namun terdapat bacaan takbir yang dianjurkan untuk dibaca secara keras atau jahr. Takbir tersebut adalah takbir mursal dan muqayyad.

Takbir mursal merupakan takbir yang waktunya tidak mengacu pada waktu shalat. takbir ini biasa diucapkan di rumah, masjid, jalan pada waktu Idul Fitri dan Idul Adha.

Sedangkan takbir muqayyad merupakan takbir yang diucapkan setelah selesai shalat. Takbir muqayyad biasa dikumandangkan setelah shalat subuh di 9 Dzulhijjah atau hari arafah sampai hari tasrik pada 11, 12, dan 13 Dzulhijah.

Mengumandangkan takbir sangatlah dianjurkan, terutama pada malam Idul Fitri atau malam takbiran hingga dilaksanakannya shalat ied Idul Fitri. Allah SWT bersabda,

وَ لِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya, “Dan hendaklah kamu menggenapkan hitungan (hari Ramadhan), dan hendaklah kamu mengagungkan Allah (dengan bertakbir) atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah:185)

Selain itu, Nabi Muhammad SAW membaca takbir saat keluar rumah hingga selesainya shalat ied. Sebagaimana yang dijelaskan dari Ibnu Abi Dzi’bin dari Az-Zuhri, ia berkata:

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar rumah menuju lapangan kemudian beliau bertakbir hingga tiba di lapangan. Beliau tetap bertakbir sampai sahalat selesai. Setelah menyelesaikan shalat, beliau menghentikan takbir.” (HR. Ibn Abi Syaibah)

Imam Syafi’i menjelaskan, bacaan takbir yang dicapkan ketika Hari Raya Idul Fitri tiba terdiri dari dua versi, yakni versi pendek dan panjang.

Ilustrasi memeriahkan Hari Raya Idul Fitri dengan mengucapkan takbir. Foto: unsplash.com/mufidpwt

Adapun bacaan takbir yang perlu diucapakan umat Islam saat Hari Raya Idul Fitri tiba yang dikutip dari buku Panduan Lengkap Ibadah karya Muhammad Al-Baqir (2016:182-183).

Lafadz Takbir Versi Pendek

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar. Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Allāhu akbar wa lillāhil hamdu

Artinya, “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada tuhan selain Allah. Allah Maha Besar. Segala puji bagi-Nya.”

Lafadz Takbir Versi Panjang

اَللَّهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلاً

لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَلاَنَعْبُدُ اِلاَّ اِيَّاهُ, مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُوْنَ

لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ, صَدَقَ وَعْـدَهُ, وَنَصَرَعَبْدَهُ, وَاَعَزَّ جُنْدَهُ, وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ

لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَاَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلَهِ الْحَمْدُ

Allāhu akbar kabīrā walhamdulillāhi katsīrā, wasubhānallāhi bukratawwa ashīllā.

Lā ilāha illallahu walā na’budu illā iyyāh, mukhlishīna lahuddīn, walaw karihal-kāfirun,

Lā ilāha illallāhu wahdah, shadaqa wa’dah, wanashara ‘abdah, wa a’azza jundah, wahazamal-ahzāba wahdah.

Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Allāhu akbar walillāhil-hamd.

Artinya:

Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar.

Tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah dan Allah Mahabesar.

Allah Mahabesar dan segala puji hanya bagi Allah.

Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar

Allah mahabesar dengan segala kebesaran,

Segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya,

Dan maha suci Allah sepanjang pagi dan sore.

Tiada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan agama Islam meskipun orang kafir.

Tiada Tuhan selain Allah dengan ke-Esaan-Nya. Dia menepati janji, menolong hamba dan memuliakan bala tentara-Nya serta melarikan musuh dengan ke-Esaan-Nya.

Tiada Tuhan selain Allah, Allah Mahabesar. Allah Mahabesar dan segala puji bagi Allah.

Cara untuk mengamalkan takbir Idul Fitri menurut Imam Syafi’i dalam al-Mu'tamad fi Al-Fiqh, yakni lafadz takbir yang pendek dibaca sebanyak 3x yang disusul dengan lafadz takbir versi panjang.

Semoga dengan mengumandangkan takbir Idul Fitri, kita dapat mendapat hikmah dari perayaan hari kemenangan tersebut. Amiin. (MZM)