Tanggal Lahir Rasulullah saw.: Sejarah dan Perayaan Maulid

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tanggal lahir Rasulullah saw. merupakan momen penting dalam sejarah Islam dan diperingati setiap tahunnya oleh umat muslim di seluruh dunia. Kehadiran Nabi Muhammad saw. menjadi cahaya bagi umat manusia untuk terlepas dari jahiliyah.
Melalui kelahirannya, lahirlah sosok yang membawa risalah suci Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Rasulullah saw. hadir tidak hanya sebagai pemimpin agama, tetapi juga sebagai teladan dalam akhlak, keadilan, serta kasih sayang kepada sesama.
Sejarah Kelahiran dan Tanggal Lahir Rasulullah saw.
Dikutip dari laman baznas.go.id, tanggal lahir Rasulullah saw. yaitu 12 Rabiul Awal. Nabi Muhammad saw. dilahirkan di Makkah pada tahun 570 M, dalam keluarga Quraisy yang terpandang. Namun, sejak awal beliau telah kehilangan sosok ayah, Abdullah, yang wafat sebelum kelahirannya.
Tidak lama kemudian, cobaan kembali datang ketika ibunya, Aminah, meninggal dunia saat beliau masih kecil. Dalam masa penuh ujian itu, beliau diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib, lalu diteruskan oleh pamannya, Abu Talib.
Kehadiran Nabi Muhammad saw. menjadi titik awal perubahan besar bagi peradaban, karena kelak beliau diutus Allah Swt. sebagai Rasul pembawa wahyu dan petunjuk bagi umat manusia.
Peringatan kelahiran beliau pun menjadi simbol harapan dan kebangkitan, tidak hanya untuk masyarakat Arab, tetapi juga bagi seluruh umat di dunia. Oleh karena itu, setiap tahunnya pada tanggal 12 Rabiul Awal selalu diperingati umat muslim di seluruh dunia.
Sejarah Perayaan Maulid Nabi
Perayaan Maulid Nabi memiliki sejarah panjang dengan latar belakang yang kaya dan beragam. Tradisi ini sudah dikenal dalam komunitas Muslim sejak tahun kedua Hijriah.
Sebagian sejarawan menyebut bahwa perayaan Maulid pertama kali berlangsung pada masa Dinasti Fatimiyah. Sedangkan pendapat lain mengaitkannya dengan kepemimpinan Salahuddin Al-Ayyubi.
Khaizuran, istri Khalifah al-Mahdi bin Mansur al-Abbas, memiliki andil besar dalam memopulerkan perayaan Maulid Nabi.
Ia mendorong masyarakat Madinah dan Makkah untuk melaksanakannya, sehingga tradisi ini tidak hanya menjadi sebuah ritual keagamaan, tetapi juga wujud penghormatan terhadap risalah dan keteladanan Nabi Muhammad.
Di Indonesia, Maulid Nabi selalu diperingati dengan berbagai macam kegiatan keagamaan mulai pengajian, kenduri, hingga acara arak-arakan atau pawai dengan tema keIslaman.
Baca Juga: 9 Ide Lomba Maulid Nabi yang Memacu Kreativitas dan Pengetahuan
Jadi, tanggal kelahiran Rasulullah saw. adalah 12 Rabiul Awal. Kelahiran Nabi Muhammad saw. ini membuat manusia terbebas dari zaman jahiliyah, yang kemudian setiap tanggal lahirnya diperingati sebagai Maulid Nabi. (Umi)
